Penelitian ini bertujuan untuk menanalisis kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal Kalkulus, khususnya pada materi penerapan integral berdasarkan indikator kemampuan problem solving. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Ekasakti Padang sebanyak 68 orang yang telah menempuh mata kuliah Kalkulus 2 tahun ajaran 2024-2025. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes uraian dan pedoman wawancara dengan mahasiswa. Tes uraian berupa tes pemecahan masalah yang dianalisis berdasarkan empat indikator problem solving menurut Polya, yaitu: memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan mengecek kembali solusi. Pedoman wawancara digunakan untuk memperkuat analisis yang ditemukan pada hasil tes. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesalahan terjadi pada tahap memahami masalah sekitar 56,32 %, dan merencanakan penyelesaian 64, 28% yang mencakup kesalahan konsep, prosedur, dan perhitungan. Pada indikator memahami masalah, dari segi konsep mahasiswa belum mampu menggambarkan grafik yang ingin dicari luas daerah dan volume benda putarnya. Pada indikator merencanakan penyelesaian, sebagian besar mahasiswa belum mampu memilih prosedur yang tepat sesuai dengan permasalahan yang diberikan. Indikator melaksanakan rencana sekitar 28,74% yang bisa melakasanakannya, sebagian besar mahasiswa belum mampu melakukan perhitungan dengan benar. Pada indikator mengecek kembali sekitar 7,23% saja mahasiswa yang bisa melakukannya. Oleh sebab itu, hasil analisis ini diharapkan menjadi dasar untuk perbaikan proses pembelajaran, khususnya dalam mengembangkan strategi atau model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan problem solving mahasiswa pada mata kuliah Kalkulus.