I Kadek Suryantara Asmara Putra
Prodi Pendidikan Seni Krawitan, Fakultas Pendidikan/ UNHI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SAMBAHING GURU” DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN SENI DAN AGAMA HINDU I Kadek Suryantara Asmara Putra; I Wayan Sukadana
WIDYANATYA Vol. 8 No. 01 (2026): Widyanatya: Fakultas Pendidikan Agama dan Seni
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/31jx7647

Abstract

Merebaknya budaya profan dalam kehidupan agama Hindu di Bali tidak terlepas dari pengaruh budaya global yang dicirikan oleh perilaku masyarakat yang semakin konsumtif. Kehadiran bentuk dan peristiwa yang terus mengalami perubahan tidak terhindarkan dalam perilaku masyarakat global. Dalam bentuk upacara Hindu di Bali juga mengalami hal yang sama. Hadirnya nilai estetika dalam upacara telah diterima umat sebagai bagian penting dari proses upacara. Tari Sembahing guru adalah salah satu konsep karya garap tari dan karawitan yang hadir memberi simbolis kebaruan dalam upacara pelebon. Tujuan kajian pertunjukan sembahing guru dalam keterlibatanya pada upacara pelebon di Griya Susut Selat, Desa selat, Bangli ini adalah menjelaskan secara estetis kehadirannya dalam upacara pelebon sebagai bentuk budaya dalam kontek pendidikan seni dan keagamaan Hindu. Melalui pendekatan kualitatif partisipatif  disusun hasil kajian ini berdasarkan asas data primer dan sekunder di lapangan yang diperoleh secara langsung melali observasi, wawancara. Analisis data didasarkan pada perumusan data yang dipergunakan untuk menarik kesimpulan. Adapun temuannya adalah bahwa penyajian tari sembahing guru itu merupakan tarian kontemplasi yang merujuk pada tari wewali (terlibat secara langsung dalam upacara). Secara perspektif pendidikan seni dan agama menjadi pandangan baru bagi pelaku, umat dan masyarakat yang terlibat secara konseptual tatwa, etika dan upacara.