Antihistamin adalah obat yang digunakan untuk mengatasi reaksi alergi dengan menghambat kerja histamin dalam tubuh. Efek samping antihistamin, terutama generasi pertama, dapat berupa kantuk, pusing, dan penurunan konsentrasi yang berisiko mengganggu kemampuan mengemudi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan tingkat kesadaran pemohon SIM terhadap risiko penggunaan obat antihistamin saat mengemudi. Desaain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square menggunakan program SPSS. Hasil penelitian dari 113 responden menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori usia dewasa (44,2%), dengan jenis kelamin laki-laki (56,6%), berdasarkan pendidikan terakhir sebagian besar responden memiliki pendidikan menengah (SMP/SMA) (50,4%), dan berdasarkan riwayat konsumsi responden banyak yang memilih pernah konsumsi (78,8%). Hasil penelitian menunjukan mayoritas tingkat kesadaran responden terhadap penggunaan obat antihistamin di pelayanan SIM Kota Jambi pada kategori baik yaitu 83 responden (73,5%), kemudian tingkat pengetahuan juga baik yaitu 91 responden (80,5%) dan pada sikap mayoritas responden di kategori baik yaitu 99 responden (87,6%). Hubungan antara tingkat kesadaran dengan pengetahuan serta sikap terdapat hubungan yang signifikan karena p-value (<0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap berhubungan dengan tingkat kesadaran pemohon SIM terhadap risiko penggunaan obat antihistamin saat mengemudi.