Azwanda -
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi Konsep Lahan Tanah Basah Menggunakan Tanaman Eceng Gondok Dalam Mengelola Kualitas Air Limbah Domestik Cut Suciatina Silvia; Meidia Refiyanni; Lissa Opirina; Chaira -; Muhammad Ikhsan; Azwanda -
-
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/tpm.v1i1.8633

Abstract

Permasalahan masyarakat Napai adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam memahami dampak yang ditimbulkan oleh air limbah. Kondisi ini dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai peraturan perundang-undangan tentang baku mutu air limbah domestik yang diisyaratkan. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai konsep lahan tanah basah (Constructed Wetlands) menggunakan teknik fitoremediasi menggunakan tanaman eceng gondok dalam mengelola air limbah (greywater). Hasil dari pengelolaan greywater dengan teknik ini dapat dipergunakan untuk kebutuhan air tanaman pada lahan perkebunan dan perikanan masyarakat Desa Napai. Setelah dilakukan sosialisasi dan memberi informasi mengenai konsep yang ditawarkan menunjukkan bahwa dari 10 orang responden yang diberikan kuesioner diperoleh persentase 88,72% responden memahami konsep yang ditawarkan dan 11,28% cukup memahami. Artinya pemahaman awal ini berdampak positif dimana merubah paradigma masyarakat mengenai pentingnya mengelola air limbah. Masyarakat Desa Napai optimis bahwa pengabdian ini akan merubah paradigma dan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam melakukan upaya pengelolaaan air limbah domestik yang berwawasan lingkungan. Rencana tindaklanjut ke depannya adalah akan dilakukan penerapan konsep lahan tanah basah untuk perikanan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan bersama masyarakat sasaran secara komunikatif, kolaboratif serta pastisipasi aktif antara tim pengabdi dan masyarakat sebagai mitra, sehingga upaya pengelolaan air limbah domestik akan dapat dilakukan secara berkelanjutan