E. Zaenal Arifin
Indraprasta Pgri University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Nilai-Nilai Budaya dan Sejarah dalam Novel Kubah Karya Ahmad Tohari dan Novel Gadis Kretek Karya Ratih Kumala Serta Implikasinya terhadap Pengajaran Bahasa Indonesia di SMA SPK Sul Ambarkati; E. Zaenal Arifin; Maman Achdiat
Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/diskursus.v8i2.783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya dan sejarah yang digambarkan di dalam novel Kubah karya Ahmad Tohari dan Gadis Kretek karya Ratih Kumala. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif dan analisis isi berdasarkan studi  pustaka. Penelitian ini menggunakan nilai-nilai budaya yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat dan pendekatan New Historicism yang hampir mirip dengan metode Interteks. Teknik analisis data menggunakan model interaktif dengan menggunakan tabel-tabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kedua novel terdapat semua nilai-nilai budaya yang didasarkan pada 1) hubungan manusia dengan Tuhan, 2) hubungan manusia dengan masyarakat 3) hubungan manusia dengan diri sendiri 4) hubungan manusia dengan sesama manusia dan 5) hubungan manusia dengan alam. Nilai budaya yang dominan pada novel Kubah adalah hubungan manusia dan masyarakat sebanyak 34,78%, sedangkan pada novel Gadis Kretek adalah hubungan manusia dengan diri sendiri sebanyak 32%. Selain itu penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat beberapa peristiwa sejarah yang dijadikan latar cerita oleh kedua novel, di antaranya masa penjajahan Belanda (Gadis Kretek), masa penjajahan Jepang (Kubah dan Gadis Kretek), masa revolusi Kemerdekaan RI (Kubah) dan masa sekitar pemberontakan G 30 S PKI (Kubah dan  Gadis Kretek).  Dengan menyandingkan cerita kreatif pada novel dengan teks nonsastra tampak adanya kemiripan latar  (masa penjajahan Belanda dan Jepang), tetapi adanya perbedaan perspektif  pengarang   dalam menanggapi peristiwa sejarah yaitu masa sekitar pemberontkan G 30 S PKI. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh adanya perbedaan waktu penulisan dan amanat yang ingin disampaikan
Analisis Nilai Moral dan Nilai sosial dalam Novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata pada Novel Anak Rantau Karya Ahmad Fuadi serta Implikasi Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Swasta Singaparna Fitri Setiawati; E. Zaenal Arifin; Hanna Sundari
Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/diskursus.v8i2.784

Abstract

Di era digitalisasi saat ini banyak terjadi kemerosotan nilai kehidupan, baik itu kemerosotan nilai moral maupun nilai sosial. Kemerosotan nilai tersebut perlu dibenahi, sehingga perlu adanya media yang dapat menjadi alternatif untuk mengurangi dampak negatif akibat terjadinya kemerosotan nilai tersebut. Salah satu media yang dapat ditawarkan yaitu media berupa tulisan yang memuat berbagai nilai kehidupan yang dapat membangkitkan nilai-nilai kemanusiaan, salah satunya adalah karya sastra berupa novel. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai moral dan nilai sosial novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi serta bagaimana implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Swasta Singaparna Tasikmalaya, Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Analisis nilai moral dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan nilai moral dalam novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi meliputi: hubungan manusia dengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan Tuhan. Sedangkan analisis nilai sosial meliputi: kasih sayang, tanggung jawab, dan keserasian hidup. Nilai yang dominan dalam kedua novel tersebut yaitu terdapat pada nilai moral terdiri atas 62,5%. Analisis nilai moral dan nilai sosial dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi dapat diimplikasikan terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Swasta Singaparna Tasikmalaya karena sesuai dengan capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia yang telah dirumuskan di kelas XII yaitu peserta didik mampu mengapresiasi karya sastra dengan merefleksi asumsi, ideologi, atau nilai yang terkandung dari teks novel untuk memahami cara pandang penulis.