Juniar Prabowo
Universitas Dr. Soetomo surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Pengaruh Lengkung Horizontal Terhadap Kecepatan Kereta Api ( Studi Kasus : Lintas Wonokromo – Waru Km. 8+200 s.d Km. 8+500 ): Evaluation of the Effect of Horizontal Curves on Train Speed ​​(Case Study: Wonokromo – Waru Crossing Km. 8+200 to Km. 8+500) Juniar Prabowo; rudy santosa; adhi muhtadi
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 1 No. 02: October 2023
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v1i02.6932

Abstract

Kereta api adalah sarana perkeretaapian dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan sarana perkeretaapian lainnya yang akan ataupun sedang bergerak di jalan rel yang terkait dengan perjalanan kereta api. Dilihat dari prasarananya kereta api adalah moda transportasi yang berjalan di atas jalannya sendiri, oleh karena itu perawatannya harus berjalan dengan baik agar tiap bagiannya dapat dilewati dengan aman, nyaman sesuai dengan kecepatan yang telah ditentukan. Prasarana perkeretaapian dalam hal ini jalan rel merupakan tempat berjalannya kereta api tidak selalu lurus melainkan terdapat lengkungan. Pada petak jalan Wonokromo – Waru tepatnya km. 8+200 s.d km. 8+500 terdapat lengkung R. 333 dengan kecepatan yang di ijinkan pada lintas tersebut adalah 80 km/jam, namun untuk kepentingan keselamatan saat melintas di lokasi lengkung tersebut dipasang pembatas kecepatan sebesar 70 km/jam. Melalui penelitian pada lokasi km 8+200 s.d 8+500 dengan menggunakan metode survey lapangan untuk mendapatkan data yang selanjutnya digunakan untuk menghitung geometri pada lengkung agar mampu dilewati dengan kecepatan optimal sebesar 80 km/jam. Berdasarkan hasil analisis perhitungan geometri pertinggian, radius, panjang lengkung alih, ruang bebas, batas kecepatan maksimum yang dapat dilalui kereta api, serta perhitungan metode anak panah didapatkan hasil bahwa lengkung pada km. 8+200 s.d km. 8+500 Lintas Wonokromo – Waru tersebut mampu dilewati sesuai kecepatan optimal sebesar 80 km/jam dengan cara memperbesar radius lengkung menjadi 350 M dengan pertinggian maksimum 110 mm sesuai dengan rab yang di buat. Perbandingan antara kecepatan dengan radius lengkung jalan kereta api dapat disimpulkan bahwa semakin besar radius lengkung maka akan semakin tinggi kecepatan kereta api pada saat melintasi lengkung tersebut.