Rudi Santosa
Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN PELUANG PENERAPAN JALUR SEPEDA DI KOTA SIDOARJO (STUDI KASUS PUSAT KOTA SIDOARJO): STUDY OF OPPORTUNITIES FOR IMPLEMENTING BIKE LANE IN SIDOARJO CITY (CASE STUDY SIDOARJO CITY CENTER) Ryan Oki Fandianto; Rudi Santosa; Bambang Sujatmiko
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 01: April 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i01.7767

Abstract

Sesuai amanat undang-undang, pemerintah berkewajiban menyediakan sarana transportasi yang memadai bagi seluruh pengguna jalan. Berdasarkan Pasal 25 Undang-Undang nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, setiap jalan yang digunakan lalu lintas harus dilengkapi dengan perlengkapan jalan, termasuk fasilitas bagi sepeda, pejalan kaki, dan penyandang disabilitas. Lebih lanjut pada pasal 45 diatur bahwa fasilitas penunjang lalu lintas dan transportasi meliputi jalur sepeda dan pemerintah harus memberikan kemudahan berlalu lintas bagi pengendara sepeda. Pengendara sepeda berhak mendapat fasilitas untuk menunjang keamanan, keselamatan, kelancaran dan kelancaran lalu lintas. Enam ruas jalan menjadi prioritas dalam penelitian ini dan diharapkan dapat memberikan hasil yang baik sehingga pemerintah Kabupaten Sidoarjo dapat menyediakan jalur sepeda. Penelitian ini mempunyai tujuan utama yaitu menghitung hambatan samping dan kapasitas jalan kota Sidoarjo serta mengukur peluang penerapan jalur sepeda berdasarkan kedua aspek yang dihitung. Peluang itu sendiri dapat dihasilkan setelah mengetahui nilai hambatan samping, kapasitas jalan, total arus dan derajat kejenuhan dengan menggunakan metode pengumpulan data observasi dan survei pada enam ruas jalan. Hasil yang diperoleh adalah nilai rata-rata hambatan samping yaitu 300,78 (sedang); sedangkan rata-rata kapasitas jalan sebesar 3457,15 smp/jam dengan rata-rata total arus sebesar 1487,55 smp/jam, dan derajat kejenuhan yang diperoleh adalah B. Dengan demikian, keenam ruas jalan mempunyai peluang untuk diterapkan jalur sepeda, sehingga dapat mempertimbangkan aspek keselamatan jalur Sepeda hanya digunakan pada hari Minggu.