Dini Agnes Kurniawan
Lulusan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN SERAT ROVING TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH PADA CAMPURAN MORTAR: THE EFFECT OF ADDING ROVING FIBERS ON THE COMPRESSIVE STRENGTH AND SPLIT TENSILE STRENGTH OF MORTAR MIXTURES Dini Agnes Kurniawan; Safrin Zuraidah; Bambang Sujatmiko
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 01: April 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i01.7786

Abstract

Mortar merupakan salah satu bahan bangunan yang banyak digunakan sebagai bahan plesteran, pekerjaan pasangan dan pekerjaan lainnya. Mortar sendiri terbuat dari campuran semen, pasir, dan air dengan persentase yang bervariasi. Sebagai bahan pengikat, mortar harus mempunyai konsistensi yang standar. Oleh karena itu perlu adanya inovasi dan eksperimen, misalnya dengan menambahkan material lain yang dapat dijadikan bahan bangunan yaitu fiber roving. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perilaku mekanik mortar setelah penambahan fiber roving pada berbagai komposisi terhadap berat semen dan mendapatkan komposisi penambahan fiber roving yang optimal sehingga menghasilkan kekuatan maksimum pada mortar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh kuat tekan mortar pada umur 7 hari, 14 hari dan 28 hari dengan menggunakan benda uji silinder dimensi 10×20 cm sebanyak 75 buah, kuat tekan 45 buah, belah 15 buah. kekuatan tarik, dan 15 untuk porositas. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penambahan serat roving pada umur 28 hari dengan persentase 3% mempunyai kuat tekan paling tinggi dengan hasil sebesar 15,92 MPa jika dibandingkan dengan persentase 0% dengan kuat tekan sebesar 14,01 MPa. Dari hasil analisa penelitian dapat diketahui bahwa komposisi optimal terjadi pada komposisi fiber roving 3% dengan kuat tekan sebesar 15,92 MPa dan kuat tarik belah optial terjadi pada komposisi 6% sebesar 3,13 Mpa. Dan untuk porositas optimal terdapat persentase 9% dan 12% sebesar 10,19. Dapat juga disimpulkan bahwa semakin besar porositas maka semakin rendah kuat tekan mortar.