Andreana Isa Evita Sari
Universitas Dr.Soetomo Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI KINERJA OPERASIONAL ANGKUTAN KOTA WIRAWIRI SUROBOYO RUTE TERMINAL BRATANG – STASIUN PASAR TURI: EVALUATION OF WIRAWIRI SUROBOYO CITY TRANSPORT OPERATIONAL PERFORMANCE BRATANG TERMINAL ROUTE – PASAR TURI STATION Andreana Isa Evita Sari; Rudy Santosa; Bambang Sujatmiko
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 01: April 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i01.7887

Abstract

Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Pulau Jawa dengan jumlah penduduk 2,99 juta jiwa dan luas wilayah 350,5 km2. Dengan banyaknya kawasan CBD di sekitar barat dan timur kota, mendorong peningkatan intensitas pergerakan. Dampak negatif dari meningkatnya pergerakan adalah munculnya kemacetan akibat dominannya penggunaan kendaraan pribadi. Pemerintah Kota Surabaya dan Kementerian Perhubungan bekerja sama memproduksi angkutan WiraWiri Suroboyo sebagai solusi kemacetan. Sejak diresmikan, kondisi operasional angkutan belum mencapai kinerja optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi hasil kinerja operasional angkutan berdasarkan pedoman SK.687/AJ206/DRJD/2002. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, pengumpulan data di lapangan dengan survei dinamis. Hasil analisis kinerja WiraWiri Suroboyo berdasarkan kapasitas penumpang 1 unit armada operasi 11 penumpang 5 unit sehingga kapasitas kendaraan 55 penumpang, ditinjau dari rata-rata load factor sebesar 49,39%, rata-rata waktu tempuh 76 menit, rata-rata downtime 2 menit, rata-rata waktu sirkulasi satu putaran penuh 2 jam 31 menit, kecepatan perjalanan 18 km/jam, rata-rata headway pemberangkatan 15,78 menit, terdapat 3 indikator kajian operasional yang tidak memenuhi syarat standar, merupakan faktor muatan karena masyarakat cenderung menggunakan kendaraan pribadi, kecepatan masih di bawah standar karena jarak pemberhentian satu ke pemberhentian lain terlalu dekat dan headway yang panjang karena jumlah armada yang terlalu sedikit. Kebutuhan jumlah armada yang ditentukan berdasarkan rata-rata waktu sirkulasi dan headway yang dianalisis menghasilkan 10 unit armada atau sekitar 50% dari jumlah armada yang beroperasi saat ini.