This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan
Yossie Susanti Eka Putri
Departemen Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Program Latihan Untuk Meningkatkan Kekuatan Otot Pada Lansia Dengan Sindrom Lokomotif: Systematic Review Dewi Srimauli Simorangkir; Etty Rekawati; Junaiti Sahar; Yossie Susanti Eka Putri
Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/k95vmw53

Abstract

Latar Belakang: Mobilitas fisik adalah aspek penting untuk menjaga kualitas hidup dan kemandirian lansia. Gangguan mobilisasi menjadi prediktor awal disabilitas fisik dan risiko jatuh. Locomotive syndrome (LS) umum terjadi pada lansia, mengakibatkan penurunan kemampuan sistem muskuloskeletal dan meningkatkan ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari. Penting bagi perawat memberikan strategi latihan yang efektif dalam meningkatkan kekuatan otot pada lansia. Tujuan: Untuk mengetahui jenis aktivitas fisik yang efektif meningkatkan kekuatan otot pada lansia dengan masalah lokomotif. Metode: Tinjauan sistematis digunakan sebagai metode dalam penelitian ini. Artikel diperoleh dari beberapa database yaitu ScienceDirect, ProQuest, EBSCO, dan Pubmed dengan kata kunci “older adults” OR “elderly” OR “geriatrics” AND “locomotive syndrome” AND “exercise” OR “physical fitness” OR “physical activity” AND “muscle strength”. Protokol penelitian ini diterbitkan di PROSPERO (CRD42024613419). Hasil: Tiga penelitian didapatkan melaporkan efektivitas latihan fisik menunjukkan hasil positif dan signifikan dalam meningkatkan kekuatan otot lansia. Kesimpulan: Program latihan fisik yang terstruktur dan terintegrasi, yaitu kombinasi lokomotion training, aerobik, dan latihan berjalan kaki progresif efektif meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan, dan mobilisasi pada lansia dengan LS. Saran: agar perawat dan tenaga kesehatan lainnya merancang dan menerapkan program latihan fisik yang lebih komprehensif sebagai bagian dari perawatan rutin bagi lansia dengan LS.