Binti Mutafarida
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARTU KREDIT SYARIAH DAN POLA HIDUP KONSUMTIF Binti Mutafarida
WADIAH Vol. 1 No. 1 (2017): Wadiah : Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/wadiah.v1i1.1277

Abstract

People's lifestyle can change according to the development of mindset as well as the existing culture. These conditions encourage the banking world in product development to meet the needs of these communities. One of the products adopted by sharia bank is credit card, DSN MUI has issued its fatwa number 54 / DSN / - MUI / X / 2006 for this product with agreement of kafalah, qard and ijarah. This product of sharia credit card is called in sharia bank with name of sharia card. In addition to allowing the sharia card fatwa DSN also provides limits on the use of this magic card.Keywords: sharia card, credit card, sharia bank. Pola hidup masyarakat dapat berubah sesuai dengan perkembangan pola pikir dan juga budaya yang ada. Kondisi ini mendorong dunia perbankan dalam pengembangan produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut. Salah satu produk yang diadopsi oleh bank syariah adalah kartu kredit, DSN MUI telah mengeluarkan fatwanya nomor 54/DSN/-MUI/X/2006 untuk produk ini dengan akad kafalah, qard dan ijarah. Produk kartu kredit syariah ini disebut dalam bank syariah dengan nama shariah card. Selain memperbolehkan adanya shariah card fatwa DSN juga memberikan batasan dalam penggunaan kartu sakti ini.Kata Kunci : shariah card, kartu kredit, bank syariah.
MACAM-MACAM RISIKO DALAM BANK SYARIAH Binti Mutafarida
WADIAH Vol. 1 No. 2 (2017): Wadiah : Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/wadiah.v1i2.1280

Abstract

Islamic banks are financial institutions that are expected to answer the needs of Muslims to financial transactions in accordance with sharia. The future of sharia banks will depend heavily on human resource capacity to manage and adapt to the banking business environment. This profit institution in its operation not only faces profit, but in line with business development, technological development, and the development of society requirement for banking product, sharia bank also face risk which has unique characteristic compared to conventional bank. In its operations, sharia banks are required to remain sharia principles in achieving the vision of their mission. Sharia banking is required to be able to face global competition with its identity as a principled and obedient financial institution in sharia compliance.Keywords: sharia bank, risk Abstrak Bank syariah adalah lembaga keuagan yang diharapkan menjawab kebutuhan umat islam terhadap transaksi keuangan yang sesuai dengan syariah. Masa depan bank syariah akan sangat bergantung kepada kemampuan sumber daya insani mengelola dan beradaptasi dengan lingkungan bisnis perbankan. Lembaga profit ini dalam operasionalnya tidak hanya menghadapi keuntungan saja, tetapi seiring perkembangan bisnis, perkembangan teknologi, maupun perkembangan kebutuhan masyarakat akan produk perbankan, bank syariah juga menghadapi risiko risiko yang mempunyai sifat unik dibandingkan dengan bank konvensional. Dalam operasionalnya bank syariah dituntut untuk tetap berprinsip syariah dalam mencapai visi misi yang telah ditetapkan. Perbankan Syari’ah dituntut untuk mampu menghadapi kompetisi global dengan jati dirinya sebagai lembagakeuangan yang berprinsip dan patuh pada syariah (sharia compliance).Kata kunci : bank syariah, risiko