Naomi Grascia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksplorasi Maksim Kesantunan Berbahasa dalam Novel Gadis Kretek Karya Ratih Kumala M. Kandar Wahidi; Istiqamah; M. Ridha Anwari; Naomi Grascia
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 3, No. 4, Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v3i4.329

Abstract

Objek penelitian ini adalah kesantunan berbahasa dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala yang terbit pada tahun 2019. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi (pengamatan dan pencatatan) dan studi pustaka (melakukan kajian terkait teori-teori yang berkaitan dengan topik penelitian). Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala menemukan kesantunan berbahasa yaitu enam (6) maksim: maksim persetujuan, maksim penghargaan, maksim kebijaksanaan, maksim simpati, maksim kedermawanan, dan maksim kesopanan. Maksim persetujuan adalah dua puluh delapan (28) tuturan, maksim penghargaan sebanyak sepuluh (10) ujaran, maksim kebijaksanaan sebanyak delapan (8) ujaran, maksim simpati sebanyak enam (6) ujaran, maksim kedermawanan sebanyak lima (5) ujaran, dan maksim kesopanan tiga (3) ujaran. Jenis kesantunan yang paling dominan adalah maksim persetujuan.
Makna Simbolik Upacara Baayun Mulud pada Masyarakat Desa Anjir Muara Lama Kecamatan Anjir Muara Kabupaten Barito Kuala Kiki Juliarty; Istiqamah Istiqamah; Muhammad Ridha Anwari; Naomi Grascia; Eqmi Avi Daviria; Irvan Mahendra
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 1, Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i1.332

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Makna Simbolik Upacara Baayun Mulud pada masyarakat di Desa Anjir Muara Lama, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, yang merupakan kajian semiotika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna simbolik yang ada pada upacara baayun mulud pada suku adat Banjar di Desa Muara Tua Anjir, serta menggambarkan keberadaan upacara baayun mulud di Desa Anjir Muara Lama. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini berdasarkan wawancara terhadap empat kelompok objek penelitian yaitu: ibu/ayah muda (rentang usia 25-35 tahun), ibu/ayah dewasa (rentang usia 35-60 tahun), orang lanjut usia (lebih dari 60 tahun), serta dua orang tokoh agama setempat. Berdasarkan hasil wawancara terhadap 19 responden, ditemukan 13 bahan dan benda yang digunakan dalam upacara baayun mulud, yaitu: tiang kayu (buaian), tali tambang/tali ayun, kain tiga lapis, kambang sarai, ular, ketupat, galang-galangan rantai, uang logam/kertas, kue apam, kue cincin, lontong ketan, pisang, dan piduduk. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa upacara baayun mulud memiliki makna yang dalam bagi kebudayaan dan erat kaitannya dengan agama, serta keberadaannya hingga saat ini tetap terjaga.