Muhammad Misbakul Munir
Sekolah Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Ontologi Tuhan, Alam, dan Manusia dalam Filsafat Pendidikan: Systematic Literature Review Asep Wahyu Muhrom Dani; Muhammad Noor Ginanjar Jaelani; Syaiful Ulum Riswandi; Muhammad Misbakul Munir
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i2.997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara filosofis pandangan ontologis mengenai esensi dan eksistensi Tuhan, alam, dan manusia serta implikasinya terhadap pengembangan filsafat pendidikan yang holistik. Pendekatan yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada protokol PRISMA, melalui penelusuran literatur pada basis data Google Scholar, DOAJ, dan SINTA dalam rentang tahun 2021–2025. Dari proses seleksi yang sistematis, diperoleh 10 artikel ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut menggunakan teknik thematic synthesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, ontologi ketuhanan memiliki peran signifikan dalam membentuk makna hidup, kesejahteraan psikologis, serta konsistensi perilaku manusia, sehingga menjadi fondasi nilai dan moral dalam pendidikan. Kedua, ontologi alam menegaskan bahwa alam merupakan realitas objektif yang bersifat relasional dengan manusia, sehingga mendorong pentingnya pendidikan berbasis pengalaman dan kesadaran ekologis. Ketiga, ontologi manusia menunjukkan bahwa manusia merupakan entitas multidimensional yang mencakup aspek sosial, spiritual, kognitif, dan kultural, sehingga memerlukan pendekatan pendidikan yang humanis dan holistik. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi dimensi ontologis Tuhan, alam, dan manusia menjadi dasar dalam pengembangan filsafat pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter, spiritualitas, dan kesadaran ekologis. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian filsafat pendidikan serta menjadi acuan praktis bagi perancangan kurikulum dan strategi pembelajaran yang lebih transformatif dan bermakna.
Aksiologi dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi: Perspektif Etika, Moral, dan Islam dalam Membangun Peradaban Humanis Luthfi Nurdiansyah; Riko Febrialdo; Ajie Hariyadi; Andry Wirawan; Muhammad Misbakul Munir
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i2.1024

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) pada era modern telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Kemajuan teknologi memberikan berbagai kemudahan dan efisiensi, namun di sisi lain juga menimbulkan persoalan etis, moral, dan sosial seperti penyalahgunaan teknologi, degradasi nilai kemanusiaan, serta ancaman terhadap keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran aksiologi sebagai landasan nilai dalam perkembangan dan pemanfaatan IPTEK. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui penelaahan berbagai buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen akademik yang berkaitan dengan filsafat ilmu, aksiologi, dan perkembangan teknologi modern. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dari berbagai sumber ilmiah yang diperoleh melalui perpustakaan digital dan Google Scholar. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengkaji, menginterpretasikan, dan mensintesis berbagai pandangan teoritis mengenai aksiologi dan implementasinya dalam perkembangan IPTEK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksiologi memiliki peran strategis sebagai landasan etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Aksiologi berfungsi sebagai pengontrol moral, filter etis, serta pedoman dalam menjaga martabat manusia di tengah perkembangan teknologi modern. Selain itu, perspektif Islam menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan agama merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi, di mana IPTEK harus dimanfaatkan untuk kemaslahatan manusia serta tetap berlandaskan nilai spiritual dan moral. Integrasi nilai aksiologis dalam pengembangan IPTEK menjadi penting untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya berorientasi pada aspek material dan teknis, tetapi juga mendukung terciptanya kehidupan yang humanis, berkeadaban, dan berkelanjutan.