Anas Ahmadi
Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Bahasa Ritual Rokat Tase’ Masyarakat Pesisir Madura: Kajian Ontologis dalam Perspektif Filsafat Bahasa Sinarsih Sinarsih; Anas Ahmadi
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i2.1038

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji bahasa dalam ritual Rokat Tase’ masyarakat pesisir Madura sebagai tindakan sakral dalam perspektif ontologi filsafat bahasa. Rokat Tase’ merupakan tradisi selamatan laut yang mengandung dimensi religius, sosial, budaya, dan filosofis dalam kehidupan masyarakat nelayan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode hermeneutik-konseptual. Data penelitian berupa teks doa, mantra, hasil wawancara, dokumentasi ritual, serta literatur yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, dokumentasi, wawancara, dan close reading, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan deskriptif-interpretatif, analisis tindak tutur, analisis konseptual ontologis, dan sintesis filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Rokat Tase’ mengalami transformasi dari tradisi bernuansa animisme-dinamisme menuju ritual yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam tanpa kehilangan identitas budaya lokalnya. Struktur ritual meliputi tahap persiapan, pengajian dan doa bersama, serta pelarungan sesaji yang melibatkan partisipasi kolektif masyarakat pesisir. Penelitian ini juga menemukan bahwa bahasa dalam ritual Rokat Tase’ tidak hanya bersifat simbolik, tetapi berfungsi sebagai tindakan performatif yang menghadirkan realitas sakral dalam kehidupan masyarakat. Berdasarkan teori tindak tutur J. L. Austin, doa dan mantra ritual mengandung dimensi lokusi, ilokusi, dan perlokusi yang membentuk makna sosial dan spiritual masyarakat nelayan. Secara ontologis, bahasa ritual berfungsi sebagai medium eksistensial yang menghubungkan manusia, Tuhan, dan laut dalam struktur kosmologis masyarakat pesisir Madura.