Konsep kebenaran merupakan salah satu landasan fundamental dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) karena memengaruhi cara peserta didik memahami ajaran agama, mengembangkan pengetahuan, serta berinteraksi dengan realitas sosial. Namun, kebenaran dalam Islam tidak hanya dipahami dalam dimensi teologis, melainkan juga memiliki dimensi filosofis dan sosiologis yang saling berkaitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai macam kebenaran dalam Islam melalui perspektif filosofis dan sosiologis serta menganalisis implikasinya terhadap pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur yang meliputi buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen yang relevan dengan konsep kebenaran, filsafat pendidikan Islam, sosiologi agama, dan pengembangan kurikulum PAI. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui proses reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebenaran dalam Islam bersifat multidimensional yang mencakup dimensi teologis, filosofis, ilmiah, dan sosiologis. Kebenaran teologis bersumber dari wahyu sebagai kebenaran absolut, sedangkan kebenaran filosofis dan ilmiah diperoleh melalui akal serta pengalaman empiris yang bersifat relatif dan dinamis. Dari perspektif sosiologis, kebenaran dipahami sebagai realitas yang mengalami proses konstruksi sosial melalui interaksi budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakat Muslim. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam perlu mengintegrasikan dimensi normatif, filosofis, ilmiah, dan sosiologis agar mampu menghasilkan pembelajaran yang kontekstual, kritis, dan relevan dengan tantangan masyarakat modern. Integrasi tersebut diharapkan dapat membentuk peserta didik yang memiliki keimanan yang kuat, kemampuan berpikir kritis, literasi ilmiah, serta kepekaan sosial yang tinggi.