Iis Mulyani
Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Nusantara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Degradasi Akhlak Remaja di Era Digital: Analisis Faktor Penyebab dan Strategi Pembinaan Karakter Berbasis Pendidikan Agama Islam di SMA Kosgoro Kota Bogor Ahmad Khori; Ida Fitriana; Iis Mulyani
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i2.1102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena degradasi akhlak remaja di lingkungan sekolah, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, serta mendeskripsikan strategi pembinaan karakter berbasis Pendidikan Agama Islam di SMA Kosgoro Kota Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas koordinator guru Bimbingan dan Konseling (BK), guru BK, serta siswa kelas XI. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa degradasi akhlak remaja di lingkungan sekolah ditandai dengan menurunnya sikap sopan santun terhadap guru, penggunaan bahasa yang kurang santun, meningkatnya perilaku individualistik, rendahnya empati sosial, serta berkurangnya kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar. Faktor penyebab degradasi akhlak terdiri atas faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi kondisi emosional remaja yang belum stabil, rendahnya kesadaran moral, dan lemahnya kontrol diri, sedangkan faktor eksternal meliputi pengaruh media sosial, budaya digital, lingkungan pergaulan, pola asuh keluarga, dan kurangnya pengawasan orang tua. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sekolah menerapkan berbagai strategi pembinaan karakter melalui kegiatan religius, pembiasaan perilaku positif, pendekatan humanis, serta penguatan Pendidikan Agama Islam. Program seperti shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dzikir bersama, dan pembinaan karakter terbukti memberikan dampak positif terhadap pembentukan akhlak siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan akhlak remaja memerlukan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat melalui pendekatan pendidikan yang religius, humanis, dan adaptif terhadap perkembangan budaya digital.