Kepemimpinan perempuan dalam Islam masih menjadi perdebatan yang berkembang di kalangan masyarakat Muslim akibat adanya perbedaan interpretasi terhadap teks-teks keagamaan dan pengaruh budaya patriarki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kepemimpinan perempuan dalam perspektif Islam kontemporer, mengkaji prinsip kesetaraan gender dalam Islam, serta mengeksplorasi argumentasi dan dinamika sosial yang memengaruhi penerimaan terhadap kepemimpinan perempuan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber primer dan sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, serta karya akademik yang membahas kepemimpinan perempuan, feminisme Islam, dan reinterpretasi teks-teks keagamaan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui identifikasi dan interpretasi tema-tema utama yang berkaitan dengan kepemimpinan perempuan dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam pada dasarnya menempatkan laki-laki dan perempuan dalam posisi yang setara sebagai hamba Allah Swt. dan khalifah di bumi. Kepemimpinan dalam Islam lebih menekankan aspek kompetensi, integritas, tanggung jawab moral, dan kemaslahatan dibandingkan faktor gender. Pemikiran Islam kontemporer juga menunjukkan adanya reinterpretasi terhadap teks-teks keagamaan yang lebih kontekstual dan inklusif sehingga membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam kepemimpinan publik. Meskipun demikian, budaya patriarki, stereotip gender, dan perbedaan interpretasi agama masih menjadi tantangan dalam penerimaan kepemimpinan perempuan di masyarakat Muslim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan perempuan dalam Islam memiliki legitimasi yang kuat selama didasarkan pada kapasitas, kualitas, dan kemampuan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.