Hamdan Zulva Hamdan
Fakultas Pendidikan, Universitas Al Qolam Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Implementasi Program Makan Bergizi Gratis di Pondok Pesantren: Perspektif Empat Tingkatan Realitas Sosial George Ritzer Ni'matul Mukaromah; Muhammad Adib; Hamdan Zulva Hamdan
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 3, September 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i3.1257

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan nasional yang ditujukan untuk meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia. Implementasinya pada lingkungan pondok pesantren memiliki karakteristik tersendiri karena pesantren memiliki sistem pendidikan berasrama, pola konsumsi kolektif, serta struktur kelembagaan dan aktivitas ekonomi internal yang khas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi Program MBG di Pondok Pesantren Jawharot Al Muzakky menggunakan perspektif empat tingkatan realitas sosial George Ritzer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus evaluatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaksana program dan pihak yang terlibat dalam implementasi. Analisis dilakukan melalui reduksi data, pengodean, kategorisasi, penyajian, dan interpretasi berdasarkan dimensi makro-objektif, makro-subjektif, mikro-objektif, dan mikro-subjektif. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, implementasi MBG berjalan efektif melalui koordinasi yang baik antara pesantren dan SPPG, mekanisme distribusi yang relatif teratur, serta dukungan positif dari wali santri dan komunitas pesantren. Kedua, program memberikan manfaat sosial dalam pemenuhan kebutuhan gizi santri, tetapi juga menimbulkan konsekuensi ekonomi berupa penurunan aktivitas dan pendapatan kantin akibat perubahan pola konsumsi, serta konsekuensi operasional berupa sisa makanan dan peningkatan sampah kemasan. Ketiga, perspektif George Ritzer mampu menjelaskan keterkaitan antara struktur kebijakan, nilai dan budaya pesantren, praktik operasional, serta pengalaman para aktor secara komprehensif. Penelitian ini menegaskan pentingnya implementasi MBG yang adaptif terhadap karakteristik sosial, kelembagaan, ekonomi, dan budaya pesantren agar manfaat program dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.