Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun kronis yang dapat menyebabkan nyeri, kekakuan, dan keterbatasan fungsi sendi. Nelayan memiliki risiko mengalami keluhan muskuloskeletal akibat aktivitas fisik yang berat dan berulang. Kompres jahe merah merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang berpotensi membantu mengurangi nyeri melalui efek termal dan kandungan senyawa bioaktifnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompres jahe merah terhadap intensitas nyeri rheumatoid arthritis pada nelayan di wilayah kerja Puskesmas I Melaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel terdiri atas 70 nelayan yang memenuhi kriteria penelitian. Intervensi berupa kompres rebusan 400 gram jahe merah dalam 2 liter air diberikan selama 20 menit per hari selama tiga hari berturut-turut. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Sebelum intervensi, sebanyak 36 responden (51,4%) mengalami nyeri sedang dan 34 responden (48,6%) mengalami nyeri berat. Setelah intervensi, sebanyak 35 responden (50,0%) mengalami nyeri ringan dan 35 responden (50,0%) mengalami nyeri sedang, serta tidak ditemukan responden dengan nyeri berat. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan nilai Z = −6,727 dengan p < 0,001, yang menunjukkan adanya perbedaan intensitas nyeri yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian kompres jahe merah. Kompres jahe merah berpotensi digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis komplementer untuk membantu menurunkan intensitas nyeri rheumatoid arthritis pada nelayan.