Abdullah Azam Robbani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN HUKUMAN DI PONDOK PESANTREN DALAM PANDANGAN ANTROPOLOGI HUKUM Pamela Maher wijaya; Abdullah Azam Robbani
Islamic Education and Counseling Journal Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : STIT IHSANUL FIKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan menghasilkan deskriptif tentang penerapan hukuman di pondok pesantren dalam pandangan antropologi hukum . Pondok pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia, memiliki sistem hukuman yang unik dan mencerminkan nilai-nilai keagamaan dan budaya. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan hukuman di pondok pesantren melalui pandangan antropologi hukum, menyelidiki bagaimana nilai-nilai sosial, agama, dan budaya membentuk dan memengaruhi praktik hukuman di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Partisipasi peneliti dalam kehidupan sehari-hari pesantren memberikan wawasan yang mendalam tentang praktik penerapan hukuman. Dalam konteks antropologi hukum, pondok pesantren dianggap sebagai mikrokosmos sosial yang menciptakan tatanan hukum internal yang independen. Hukuman di pondok pesantren tidak hanya bersifat punitif, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pendidikan moral dan spiritual. Penelitian ini menggunakan metode observasi partisipatif dan wawancara untuk menggali pemahaman mendalam tentang bagaimana hukuman diterapkan dan diinterpretasikan oleh santri (murid) dan kyai (pengasuh) di pondok pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukuman di pondok pesantren mencerminkan nilai-nilai keadilan, tanggung jawab, dan keseimbangan antara kasih sayang dan ketegasan. Proses hukuman diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, menciptakan ikatan erat antara santri dan kyai. Sanksi seperti hukuman fisik atau psikologis tidak hanya dipandang sebagai hukuman, tetapi juga sebagai sarana untuk membentuk karakter dan moralitas. Antropologi hukum memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana hukuman di pondok pesantren merupakan hasil dari interaksi kompleks antara norma-norma keagamaan, tradisi lokal, dan dinamika sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang keberagaman praktik hukuman di masyarakat Islam tradisional dan memberikan landasan untuk mendiskusikan perbandingan antara sistem hukuman di pondok pesantren dengan sistem hukum formal yang diterapkan di masyarakat umum.
COUNSELING THE EFFECTIVENESS OF AL-QURAN-BASED COUNSELING SERVICES IN REDUCING STUDENT ANXIETY LEVELS AT STIT IHSANUL FIKRI PABELAN akhmad zamroni; Abdullah Azam Robbani
Islamic Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : STIT IHSANUL FIKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the effectiveness of Quran-based counseling services in reducing student anxiety levels at STIT Ihsanul Fikri Pabelan. Anxiety is the body's normal response to stress, but it can become a problem if it occurs excessively or prolonged for no apparent reason. Previous research shows that a combination of therapy, medication, and lifestyle changes can be effective in reducing anxiety and improving overall mental health. Among university students, anxiety can arise from various sources such as academic pressure, financial problems, interpersonal relationships, and achievement demands. Managing anxiety is essential to improve the mental health and well-being of college students. This research method uses a qualitative approach with a descriptive design to explore the effectiveness of Quran-based counseling services on student well-being and success. Data were collected through interviews, surveys, and observations to gain a comprehensive insight into the impact of the counseling services. The research sample was randomly selected to ensure diversity and representativeness. The results showed that Quran-based counseling significantly reduced the anxiety levels of students who participated in the counseling sessions compared to those who did not. The post-counseling survey also showed a high level of satisfaction and benefits felt by the participants. This study emphasizes the importance of counseling services on campus and recommends improving mental health services in a college setting. In addition, the study proposes the need for further research to explore the long-term effects of counseling on the overall well-being of college students, as well as its impact on academic performance, social relationships, and personal growth. Increased access to counseling services is considered essential for creating a healthier and more supportive community.