Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN PEMETAAN RISIKO PROSES PREPARASI, INTEGRASI, DAN PENGUJIAN ROKET R-HAN 122B DENGAN PENDEKATAN HIRADC DALAM RANGKA MENJAGA SUMBER DAYA NASIONAL Donny Haryogi Ramadhan; Gunaryo Gunaryo; Y H Yogaswara; Jones Hutauruk
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v15i1.19492

Abstract

Pertahanan negara menuntut penguasaan teknologi strategis, termasuk sistem peroketan, untuk menjamin kedaulatan dan keamanan nasional. Roket R-HAN 122B saat ini telah mencapai Tingkat Kesiapan Teknologi (Technology Readiness Level/TRL) 8 dan perlu divalidasi menuju TRL 9 melalui uji operasional yang aman. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan memetakan sebaran risiko pada tahap preparasi, integrasi, dan pengujian roket R-HAN 122B di Institusi X. Metode yang digunakan adalah Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) dengan pendekatan kualitatif. Identifikasi bahaya dilakukan melalui observasi lapangan dan kajian literatur, sedangkan evaluasi risiko dilakukan berdasarkan kombinasi antara kemungkinan (likelihood) dan tingkat keparahan (severity). Sebaran risiko divisualisasikan menggunakan perangkat lunak Golden Surfer dan UTM Geo Map. Hasil analisis menunjukkan terdapat sembilan risiko pada tahap preparasi (empat kategori rendah dan lima sedang), sembilan risiko pada tahap integrasi (lima rendah dan empat sedang), serta 21 risiko pada tahap pengujian (16 rendah dan lima sedang). Peta risiko menunjukkan adanya zona aman (biru–kuning) dan zona berbahaya (oranye) yang memerlukan kewaspadaan lebih tinggi. Secara umum, proses operasional roket tergolong aman, namun beberapa risiko dengan tingkat keparahan tinggi masih muncul dan memerlukan langkah pengendalian tambahan. Penelitian ini memberikan dasar empiris bagi penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) keselamatan, pengembangan program pelatihan operator, serta pemasangan sistem peringatan di lapangan. Selain itu, hasil pemetaan risiko memperkuat kesiapan teknis menuju TRL 9 dan mendukung keberlanjutan produksi roket R-HAN 122B.