Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pencegahan Bullying Melalui Sosialisasi STOP Bullying pada Siswa SDN Teras Bendung 2 Kabupaten Serang Sefti Sulistia; Febrina Nugrahini; Yosni Aulia; Siti Rara Sahriani; Putri Diyanti; Indi Nazwa Sa’adah; M. Ibrahim Akbar
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/ybk2j897

Abstract

Latar Belakang : Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang terhadap individu yang lebih lemah sehingga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mental, hubungan sosial, dan proses belajar siswa. Kurangnya pemahaman siswa mengenai bullying menyebabkan perilaku tersebut sering dianggap sebagai bentuk candaan sehingga diperlukan edukasi sejak usia dini. Tujuan : Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai bullying serta upaya pencegahannya melalui program sosialisasi "STOP Bullying" di SD Negeri Teras Bendung 2, Desa Kamaruton, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang. Metode : Metode yang digunakan adalah sosialisasi interaktif yang meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, dan penyampaian materi menggunakan media presentasi bergambar. Materi yang diberikan mencakup pengertian bullying, penyebab, jenis-jenis bullying, dampak bullying, tanda-tanda korban bullying, cara pencegahan, serta peran guru dan orang tua dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap partisipasi siswa dan tingkat pemahaman peserta setelah kegiatan berlangsung. Hasil : menunjukkan bahwa siswa mampu mengidentifikasi berbagai bentuk bullying, memahami dampak negatif bullying, serta menunjukkan peningkatan kesadaran untuk menghargai teman, tidak melakukan perundungan, dan berani melaporkan tindakan bullying kepada guru. Kesimpulan : Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Oleh karena itu, sosialisasi anti-bullying perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pendidikan karakter di sekolah dasar.