Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam penguatan ekonomi masyarakat, namun pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam membangun identitas produk dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pengenalan produk. Kondisi tersebut juga dihadapi oleh pelaku UMKM Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Desa Waliwis, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM Purna PMI dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu pengembangan branding produk. Kegiatan melibatkan 30 pelaku UMKM dan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, sosialisasi, demonstrasi, praktik, dan pendampingan pengembangan identitas visual produk. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan peserta secara langsung dalam mengeksplorasi ide, mengembangkan konsep desain, dan menerapkan elemen branding sesuai karakteristik produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya capaian praktis berupa pengembangan konsep identitas visual dan label produk UMKM. Salah satu output pendampingan berupa pengembangan label produk Keripik Pisang Ibu Rumah Tangga yang dipersiapkan untuk diterapkan pada kemasan produk. Peserta juga memperoleh pengalaman praktis dalam memanfaatkan AI untuk mengeksplorasi konsep visual dan mendukung pengembangan branding produk. Evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif berdasarkan keterlibatan peserta, proses praktik, dokumentasi kegiatan, dan output branding yang dihasilkan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi dan pendampingan pemanfaatan AI dapat menjadi alternatif praktis untuk membantu pelaku UMKM Purna PMI memperkuat identitas produk serta menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesiapan mereka menghadapi pemasaran di era digital.