Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGUATAN INFORMASI KEWILAYAHAN MELALUI PEMETAAN POTENSI DAN FASILITAS SEBAGAI MEDIA INFORMASI PUBLIK Mochammad Darip; Muhamad Luthfi Arya Putra; Luqman Hidayat Kurniawan; Raffi Trie Meylandri; Siti Sofiah; Adinda Agustin Verasari; Arif Hamzah
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/tb8j8102

Abstract

Desa Rancagede, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, memiliki berbagai fasilitas publik dan potensi lokal yang tersebar di sejumlah kampung, namun belum didukung media informasi kewilayahan yang mampu menyajikan informasi lokasi secara terpadu. Kondisi tersebut menyulitkan masyarakat dari luar wilayah dan pengunjung dalam mengenali orientasi desa, lokasi fasilitas, serta persebaran potensi ekonomi dan sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menyediakan media informasi spasial yang dapat meningkatkan akses informasi kewilayahan sekaligus mendukung pengenalan potensi lokal Desa Rancagede. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan koordinasi dan identifikasi kebutuhan, inventarisasi serta pengumpulan data, verifikasi dan validasi informasi, penyusunan peta, produksi papan peta, serta evaluasi hasil. Proses pemetaan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat untuk memastikan kesesuaian informasi dengan kondisi aktual dan pengetahuan lokal. Hasil kegiatan berupa papan peta informasi Desa Rancagede yang mengintegrasikan jaringan jalan, nama kampung, fasilitas pendidikan dan sosial, lokasi UMKM dan sentra kerajinan, organisasi masyarakat, serta objek penting lainnya. Papan peta ditempatkan di depan Kantor Desa sebagai titik informasi publik yang mudah diakses. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemetaan tidak hanya menghasilkan media orientasi wilayah, tetapi juga menjadi sarana dokumentasi dan pengenalan potensi desa yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pemerintah desa dan masyarakat