Penelitian ini dilakukan berkenaan dengan adanya fenomena masih rendahnya pendidikan karakter bagi peserta didik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar keberhasilan guru dalam membentuk karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian: MI Muntafa'ul ulum Ngemplak Baureno Bojonegoro. Subyek penelitian adalah guru dan siswa. Informan: kepala madrasah, wakil kepala madrasah dan guru agama di MI Muntafa'ul ulum Ngemplak Baureno Bojonegoro. Teknik pengumpulan data menggunakan model: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data menggunakan model interaktif terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat siswa yang masih belum mengetahui dan memahami adanya pendidikan karakter, dan belum memiliki karakter yang baik. Contohnya, cara berpakaian siswa dan sikap kurang sopan guru ketika proses pembelajaran. Contoh tersebut menunjukkan karakter yang kurang baik. Contoh lain adalah ketika proses pembelajaran berlangsung, ada yang asyik bersenda gurau dengan teman lainnya, kurangnya kedisiplinan, kejujuran, dan rasa tanggung jawab sebagai peserta didik.masih adanya siswa yang belum sepenuhnya melaksanakan peraturan sekolah, contohya dalam ranah afektif, mengerjakan sholat dengan kesadaran masih adanya siswa belum sadar melaksanakan sholat dhuha, hormat dan patuh kepada Guru, Bahkan dalam aktifitas saat didalam kelas masih harus dibimbing dan setiap kelas mempunyai guru kelas gunanya mengontrol aktifitas peserta didik didalam kelas dan diluar jam belajar. Dalam hal ini guru mempunyai peran yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam membentuk moral dan akhlak siswa serta menjadi model dan teladan bagi siswa.