Siti Nurfitriani
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGENALAN BUDAYA LOKAL KEISLAMAN DALAM PEMBELAJARAN BIPA BAGI MAHASISWA PROGRAM DARMASISWA PUSAT BAHASA UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA Siti Nurfitriani; Rifa Nurafia
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p96-113

Abstract

This study aims to examine strategies and approaches for introducing local Islamic culture within the Darmasiswa BIPA programme at UIN Jakarta. This study employs a descriptive qualitative research design. The research approach consists of classroom observation, a literature review, and interviews with BIPA Darmasiswa learners at UIN Jakarta. The results indicate that the introduction of local Islamic culture is carried out through: 1) Texts in teaching materials, and 2) Visits and practical activities. These activities can enhance motivation, provide new experiences and elicit positive responses from BIPA learners. Consequently, the introduction of local Islamic culture can serve as an alternative teaching resource for showcasing Indonesia’s cultural richness.   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi dan pendekatan dalam mengenalkan budaya lokal keislaman dalam program BIPA Darmasiswa di UIN Jakarta. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Pendekatan penelitian berupa tindakan kelas, kajian pustaka, dan wawancara dengan pemelajar BIPA Darmasiswa UIN Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bentuk pengenalan budaya lokal keislaman dilakukan melalui: 1) Teks dalam bahan ajar, dan 2) Kunjungan dan praktik. Kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi, pengalaman baru, dan respon positif dari pemelajar BIPA. Dengan demikian, pengenalan budaya lokal keislaman dapat menjadi alternatif bahan ajar untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia.