Grace Dosmauli Tamba
Universitas Negeri Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRUKTUR SOSIAL DAN DINAMIKA KELAS ETNIS TIONGHOA DALAM CERPEN “KALA DISTOPIA”: REALISME SOSIAL GEORG LUKACS Grace Dosmauli Tamba; Mahda Naila Faradisa; Nabila Audya Hadi; Nabila Laudzarahmah; Nadia Fitri Aulia
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p178-194

Abstract

This study examines how dystopia in the short story reflects Indonesian social contradictions through George Lukács' Social Realism and explores the dynamics of class and ethnic relations. Using a qualitative descriptive method with a literary sociology approach, the study analyses narratives, dialogues, and character descriptions to uncover class relations, ideology, and social structures. The findings reveal that the characters represent social subjects trapped in class conflict, power inequality, and ethnic discrimination. Realistic language and social details reinforce the concept of social totality, positioning the short story as a form of social criticism of injustice, greed, and the erosion of humanity.   Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana distopia dalam cerpen merefleksikan kontradiksi sosial Indonesia melalui perspektif Realisme Sosial George Lukács serta menganalisis dinamika relasi antarkelas dan antaretnis. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data berupa narasi, dialog, dan deskripsi tokoh dianalisis untuk mengungkap relasi kelas, ideologi, dan struktur sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para tokoh merepresentasikan subjek sosial yang terjebak dalam konflik kelas, ketimpangan kekuasaan, dan diskriminasi etnis. Bahasa yang realistis dan detail sosial menegaskan konsep totalitas sosial, sehingga cerpen menjadi kritik sosial terhadap ketidakadilan, keserakahan, dan lunturnya nilai kemanusiaan.