Revangga Nur Ghani
Universitas Negeri Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PARODI DAN SATIRE DALAM CERPEN “PENGACARA PIKUN” Revangga Nur Ghani; Claudia Monica Boru Sihombing; Putri Yasmin Nur Huda; Risma Nurul Hidayah
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p195-208

Abstract

This study examines the representation of parody and satire in the short story “Pengacara Pikun”, published in Kompas in 2013, as a form of criticism of legal practices and political power. Drawing on Linda Hutcheon’s theory of parody and Abrams’ concept of satire, the research employs a qualitative content analysis approach. The findings identify six instances of parody and ten instances of satire that consistently reinforce each other in constructing social criticism. Through irony, humor, and absurdity, the short story exposes moral inequality, abuse of power, and the paradox of the legal profession, reflecting the contradictions of Indonesian social reality.   Penelitian ini bertujuan mengkaji representasi parodi dan satire dalam cerpen “Pengacara Pikun” yang dimuat di Kompas tahun 2013 sebagai bentuk kritik terhadap praktik hukum dan kekuasaan politik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi berdasarkan teori parodi Linda Hutcheon dan teori satire M. H. Abrams. Hasil penelitian menunjukkan adanya enam data parodi dan sepuluh data satire yang saling menguatkan dalam membangun kritik sosial. Melalui ironi, humor, dan absurditas, cerpen merepresentasikan ketimpangan moral, penyalahgunaan kekuasaan, serta paradoks profesi hukum yang mencerminkan kontradiksi realitas sosial di Indonesia.