This Author published in this journals
All Journal Bangunan
Boedi Rahardjo
Departemen Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Negeri Malang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KAJIAN FASILITAS JALUR PEDESTRIAN DI KAWASAN KAJOETANGAN KOTA MALANG Nanang Agung Novendra; Boedi Rahardjo; Titi Rahayuningsih
Bangunan Vol. 29 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v29i22024p99-112

Abstract

Jalur pedestrian merupakan suatu media yang menunjang pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lain dengan berjalan kaki. Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan bagi pejalan kaki.Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan karakteristik pejalan kaki di Kawasan Kajoetangan Kota Malang, (2) mendeskripsikan kelengkapan fasilitas jalur pedestrian di Kawasan Kajoetangan Kota Malang, (3) menganalisis persepsi pengunjung terkait fasilitas jalur pedestrian di Kawasan Kajoetngan Kota Malang, (4) menganalisis tingkat pelayanan fasilitas jalur pedestrian di Kawasan Kajoetangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode pengumpulan data menggunakan survey dan angket. Data yang diperoleh dari hasil observasi, teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan bantuan Software Microsoft Excell untuk mendapatkan informasi data berupa persentase, proporsi, dan rasio. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) karakteristik pejalan kaki terbanyak adalah perempuan dengan persentase 51%, berumur 19 – 40 tahun dengan persentase 47%, tingkat Pendidikan mayoritas SMA – sederajat dengan persentase 43%, jenis pekerjaan mayoritas pelajar/mahasiswa dengan persentase 53%, dan penghasilan kurang dari Rp 3.200.000 dengan persentase 78%. Maksud dan tujuan pejalan kaki adalah berbelanja dengan persentase 38%. (2) Kelengkapan fasilitas jalur pedestrian di Kawasan Kajoetangan Kota Malang pada segmen 1 memiliki lebar 2,4 pada sebelah Timur, 3 m pada sisi Barat, segmen 2 lebar 5 m, dan segmen 3 sebesar 5 m. Jenis penutup trotoar adalah resin bound paving, fasilitas pada trotoar Kajoetangan di beberapa titik perlu perbaikan seperti tempat duduk dan fasilitas peneduh. (3) Berdasarkan persepsi pengunjung dapat disimpulkan fasilitas jalur pedestrian di Kawasan Kajoetangan Kota Malang adalah baik tetapi perlu perbaikan di beberapa titik. (4) Tingkat pelayanan fasilitas jalur pedestrian di dapat arus terbesar pada hari Sabtu yaitu 2,03 ped/m/mnt. Kecepatan terbesar pejalan kaki pada hari Selasa sebesar 80,19 m/mnt. Kepadatan tertinggi pada hari Minggu sebesar 0,059 ped/m², Ruang berjalan terbesar pada hari Selasa sebesar 194m²/ped. Fasilitas jalur pedestrian di Kawasan Kajoetangan mempunyai tingkat pelayanan A berdasarkan kecepatan, sedangkan berdasarkan arus dan ruang adalah A.
IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN K3 PADA PROYEK PEMBANGUNAN GKB UNIVERSITAS NEGERI MALANG Lenny Novitasari; Suparno Suparno; Boedi Rahardjo
Bangunan Vol. 25 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v25i22020p39-48

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) sangat penting untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Komitmen dan kebijakan dalam proyek dibuat langsung dengan berdasarkan standart perusahaan. 2) Perencanaan K3 dilakukan proyek konstruksi GKB UM dengan mengidentifikasi bahaya, melakukan penilaian risiko, dan menentukan pengendalian risiko. Kemudian perencanaan K3 diawali dengan membuat safety plan yang disusun berdasarkan penilaian awal dan juga berdasarkan undang-undang dan persyaratan K3 terkait. 3) Proyek konstruksi para pekerja dan karyawan baru akan diberikan safety induction dan cek kesehatan. APD disediakan secara lengkap sesuai potensi risiko dan setiap pekerja diwajibkan untuk menggunakan APD selama bekerja dilapangan, melaksanakan she talk dan toolbox meeting secara rutin sebagai bentuk komunikasi K3 antar pekerja. 4) Pemantauan dan evaluasi K3 dilakukan dengan kegiatan inspeksi secara berkala untuk memastikan bahwa setiap potensi bahaya yang dapat timbul dari kondisi tempat kerja, peralatan kerja, material serta tindakan pekerja teridentifikasi, dan juga berguna untuk mengambil tindakan perbaikan serta pencegahan yang diperlukan serta menyediakan peralatan darurat sesuai dengan peraturan tentang peralatan dan sistem tanda bahaya keadaan darurat yang disediakan, diperiksa, diuji dan dipelihara secara berkala. 5) Peninjauan dan peningkatan dilaksanakan dengan membuat statistik risiko kecelakaan maupun audit temuan yang terjadi di proyek serta melakukan perbaikan terhadap penyimpangan yang ditemukan.
HUBUNGAN KADAR ASPAL DENGAN VARIASI KADAR FILLER BATU TABAS PADA CAMPURAN AC-WC Putu Hendriawan Wijaya; Boedi Rahardjo; Pranoto Pranoto
Bangunan Vol. 24 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v24i22019p9-18

Abstract

Penurunan ketahanan (durabilitas) lapisan perkerasan terutama perkerasan lentur akibat permukaan jalan sering terendam air. Lapis perkerasan lentur yang sering mengalami kerusakan adalah lapis aspal beton AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) atau lapis aus. Kualitas aspal beton dapat ditingkatkan menggunakan filler sebagai bahan pengisi ke dalam campuran. Limbah batu tabas dimanfaatkan sebagai filler atau bahan pengisi untuk membantu kinerja pada campuran aspal beton, meningkatkan kualitas jalan dan mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Tujuan penelitian: (1) mendeskripsikan karakteristik bahan campuran aspal beton AC-WC. (2) hubungan antara kadar aspal dengan variasi kadar filler batu tabas pengujian marshall dan IKS. Hasil penelitian: (1) karakteristik bahan campuran aspal beton AC-WC yang meliputi: (a) berat jenis agregat kasar 2,64, agregat halus 2,29 & filler batu tabas 3,08, penyerapan agregat kasar 2,39 persen dan agregat halus 1,48 persen, dan keausan agregat kasar 29,02 persen. (b) berat jenis aspal 1,03, penetrasi aspal 66,55 mm, titik lembek aspal 50,5°C, daktilitas aspal 130,33 cm, titik nyala aspal suhu 339°C dengan titik bakar suhu 344°C, dan kehilangan berat aspal sebesar 0,0 persen. (2) hubungan campuran AC-WC menggunakan variasi kadar filler batu tabas pengujian marshall dan IKS, yaitu: (a) Stabilitas pada kadar filler batu tabas 0 persen dengan kadar aspal 6 persen meningkat dan memperoleh nilai tertinggi yaitu 1749,29 kg, lalu menurun hingga kadar aspal 7 persen, (b) Flow kadar filler batu tabas 75 persen dengan kadar aspal 5,5 persen menurun dan memperoleh nilai terendah yaitu 1,64 mm, lalu meningkat hingga kadar aspal 7 persen, (c) MQ tertinggi diperoleh kadar filler batu tabas 75 persen dengan kadar aspal 5,5 persen sebesar 1114,63 kg/mm, lalu kadar filler batu tabas 100 persen dengan kadar aspal 7 persen menurun hingga 301,21 kg/mm, (d) VIM aspal beton secara keseluruhan menurun seiring bertambahnya kadar aspal, (e) VMA aspal beton secara keseluruhan meningkat seiring bertambahnya kadar aspal, (f) VFA meningkat seiring bertambahnya kadar aspal. (g) IKS tertinggi diperoleh pada campuran dengan kadar filler batu tabas 75 persen kadar aspal 6,5 persen yaitu 98,18 persen.
KAJIAN EKSPERIMENTAL CAMPURAN ASPAL PORUS DENGAN BAHAN TAMBAHAN PLASTIK HDPE (HIGH DENSITY POLY ETHYLENE) Izzanur Rusyda Dwipratama Supriyadi; Boedi Rahardjo; Pranoto Pranoto
Bangunan Vol. 23 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v23i22018p19-28

Abstract

Di Indonesia jumlah limbah plastik setiap tahun terus meningkat dan belum dimanfaatkan secara maksimal serta perlunya solusi pada perkerasan jalan yang rusak akibat air hujan. Aspal porus merupakan teknologi dalam dunia perkerasan jalan, yaitu perkerasan yang memiliki rongga yang besar yang dapat mengalirkan air dari permukaan ke dalam tanah. Rongga yang besar membuat aspal porus memiliki nilai stabilitas yang rendah. untuk meningktakan stabilitas diperlukan bahan tambah. Plastik HDPE merupakan bahan yang memiliki sifat seperti aspal yaitu termoplastik yang meleleh bila dipanaskan, mengeras bila didinginkan. Penggunaan plastik HDPE selain sebagai bahan tambah untuk meningkatkan stabilitas pada campuran aspal porus serta mengurangi jumlah limbah plastik. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan karakteristik bahan penyusun campuran aspal porus, (2) mendeskripsikan karakteristik campuran aspal porus dengan tambahan HDPE menggunakan cara basah ditinjau dari parameter marshall, permeabilitas, cantabro loss, dan binder drain down. Metode penelitian ini yaitu pemeriksaan bahan yang akan digunakan, pembuatan benda uji dengan kadar aspal 4 persen, 4,5 persen, 5 persen, 5,5 persen, dan 6 persen. Kemudian diuji Marshall untuk medapatkan nilai kadar aspal optimum (KAO). Selanjutnya dilakukan pembuatan benda uji dengan KAO dan penambahan plastik HDPE dengan kadar 0 persen, 5 persen, 10 persen, 15 persen, 20 persen serta diuji Marshall, Cantabro Loss, Permeabilitas, dan Binder Drain Down. Hasil dari penelitian ini yaitu: (1) Karakteristik bahan penyusun campuran aspal porus yang meliputi agregat, filler, dan aspal telah memenuhi standar RSNI 2 Tahun 2012. (2) Penambahan Plastik HDPE dalam campuran aspal porus dapat meningkatkan nilai stabilitas, nilai rata-rata stabilitas tertinggi pada kadar plastik HDPE 15 persen sebesar 514,43 kg. Selain itu nilai flow juga semakin meningkat dengan nilai rata-rata flow tertinggi pada kadar plastik HDPE 20 persen sebesar 3,3 mm. Namun, nilai VIM semakin menurun dengan nilai rata-rata VIM terendah pada kadar plastik HDPE 20 persen sebesar 14,22 persen. Nilai rata-rata cantabro loss sebesar 17,94 persen adalah nilai terbaik yang didapatkan pada kadar plastik HDPE 15 persen. Sedangkan nilai permeabilitas mengalami penurunan hingga kadar plastik HDPE 20 persen dengan nilai rata-rata tertinggi sebesar 0,123 cm/det. Nilai binder drain down mengalami penurunan seiring bertambahnya kadar plastik, nilai rata-rata terendah terdapat pada kadar plastik HDPE 20 persen yaitu 0,0302 persen.
KINERJA CAMPURAN HOT ROLLED SHEET-WEARING COURSE (HRS-WC) DENGAN FILLER ABU AMPAS TEBU Nikmatul Azizah; Boedi Rahardjo
Bangunan Vol. 22 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v22i22017p11-20

Abstract

Tujuan dari penelitian ini (a) mendeskripsikan sifat fisik dan mekanik bahan-bahan penyusun campuran HRS-WC dan (b) mendeskripsikan kinerja campuran HRS-WC filler abu ampas tebu. Metode penelitian ini meliputi (1) persiapan bahan dan alat; (2) Pengujian bahan meliputi agregat, filler, dan aspal (3) pembuatan benda uji (4) pengujian Marshall, dan (5) penentuan Kadar Aspal Optimum (KAO). Hasil penelitian ini menunjukkan (a) pemeriksaanagregat kasar untuk berat jenis bulk 2,54 gram/cm3, berat jenis SSD 2,57 gram/cm3, dan berat jenis semu 2,63 gram/cm3, penyerapan 1,2 percent, dan keausan agregat sebesar 34,8 percent, sedangkan untuk agregat halus menunjukkan berat jenis bulk 2,5 gram/cm3, berat jenis SSD 2,55 gram/cm3, dan berat jenis semu 2,61 gram/cm3, penyerapan air 1,63 percent; (b) KAO campuran sebesar 7,25 percent; (c) pengujian campuran dengan alat Marshall diperoleh nilai parameter Marshall pada KAO yaitu, nilai stabilitas 1244,43 kg, kelelehan (flow) 3,98 mm, Marshall Quotient (MQ) 319,22 kg/mm, nilai Void in Mixture (VIM) sebesar 5,31 percent, nilai Void in Mineral Agregate (VMA) 18,67 percent, dan nilai Void Filled with Bitumen (VFB) sebesar 72,03 percent