This Author published in this journals
All Journal Bangunan
Gilang Id'fi
Departemen Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Negeri Malang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISA MODEL HIDROGRAF BANJIR KALI NGOTOK DENGAN METODE SCS, SNYDER DAN NAKAYASU Gilang Id'fi
Bangunan Vol. 25 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v25i22020p1-10

Abstract

Permasalahan banjir seringkali melanda wilayah DAS Kali Ngotok setiap tahun. Masalah banjir pada umumnya disebabkan oleh perubahan tata guna lahan dan penurunan fungsi sungai yang ada di wilayah DAS Kali Ngotok serta sering terjadinya back water dari sungai-sungai yang bermuara di Kali Brantas pada saat mengalami debit maksimal. Untuk itu studi perbandingan debit puncak banjir perlu dilakukan karena belum adanya penelitian mengenai pengendalian banjir. Sehingga dilakukan penelitian mengenai analisis model hidrograf satuan sintetik. Metode hidrograf satuan sintetik yang digunakan adalah SCS, Snyder, dan Nakayasu. Data hujan yang digunakan adalah data hujan tahun 1998-2016 dari 14 stasiun hujan di wilayah DAS Kali Ngotok. Metode poligon Thiessen digunakan untuk mengetahui besaran hujan yang tersebar di wilayah DAS Kali Ngotok. Besaran hujan rata-rata yang turun di DAS Kali Ngotok dalam kurun waktu 1998-2016 sebesar 97.05 mm. Pada tahap pemodelan, pembagian sub catchment DAS dilakukan dengan membagi menjadi 5 sub DAS. Hasil pemodelan dengan metode SCS, Snyder, dan Nakayasu menunjukkan besaran debit untuk kala ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, 25 tahun, 50 tahun, 100 tahun, dan 200 tahun yang bervariasi. Data AWLR yang mendekati hasil pemodelan adalah data tahun 2014. Hasil kalibrasi hidrograf untuk metode SCS dengan kala ulang 25 tahun sebesar 0.88, untuk metode Snyder dengan kala ulang 25 tahun sebesar 0.74, dan untuk metode Nakayasu dengan kala ulang 25 tahun sebesar 0.43. Dengan demikian model hidrograf SCS dengan kala ulang 25 tahun mendekati dengan model hidrograf lapangan berdasarkan data AWLR yang ada serta sesuai dengan hasil pengamatan pada saat survey penduduk.
PREDIKSI DEBIT PUNCAK BANJIR DAERAH ALIRAN SUNGAI PADOLO DENGAN METODE SCS (SOIL CONSERVATION SERVICE) Gilang Id'fi; Himawan Dwi Nugroho
Bangunan Vol. 24 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v24i22019p1-8

Abstract

Pada tahun 2016 di DAS Padolo Kota Bima telah terjadi banjir yang menggenangi 13 desa di 5 kecamatan. Penelitian ini bertujuan memprediksi berapa besar debit puncak banjir di DAS Padolo. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan sumber informasi terhadap solusi yang akan diambil dalam penanganan banjir. Prediksi debit puncak banjir menggunakan program HEC-HMS model SCS. Model hidrograf satuan sintesis SCS merupakan unit hidrograf berdimensi, dimana dapat mencapai puncak tunggal unit hidrograf. Metode SCS (SOIL CONSERVATION SERVICE) dihitung dengan kala ulang tahun 2, 10, 25, 50, dan 100 tahunan. Data hujan yang digunakan bersumber dari 2 stasiun hujan yaitu stasiun hujan Rasanae Timur dan Salahuddin. Hasil komputasi HEC-HMS model SCS untuk debit puncak banjir masing masing kala ulang 2 tahun sebesar 119,4 m3/s, 10 tahun sebesar 191 m3/s, 25 tahun sebesar 226,1 m3/s, 50 tahun sebesar 249,8 m3/s, dan 100 tahun sebesar 277,3 m3/s.
PERBANDINGAN MODEL ALIRAN BANJIR UNSTEADY FLOW DAN STEADY FLOW PADA SUNGAI NGOTOK RING KANAL Gilang Id'fi
Bangunan Vol. 22 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v22i22017p31-40

Abstract

Permodelan aliran banjir pada suatu sungai biasa dimodelkan dengan aliran satu dimensi. Banjir merupakan salah satu bentuk aliran unsteady flow yang dapat disimulasikan dengan program HEC-RAS. Hasil permodelan unsteady flow sering terjadi error dikarenakan analisis program yang tidak stabil. Kestabilan model dipengaruhi oleh alur sungai, kemiringan dasar sungai yang curam dan perubahan penampang melintang dari sungai. Karena dalam peramalan banjir dibutuhkan data debit maksimal dan muka air banjir maksimal, maka model aliran steady flow sering digunakan sebagai alternatif untuk perhitungan peramalan banjir. Penelitian kali ini bertujuan untuk membandingkan kelebihan dan kekurangan dari model aliran banjir steady flow dan unsteady flow. Lokasi penelitian di Sungai Ngotok Ring Kanal, Kabupaten Mojokerto. Permodelan hidrologi menggunakan program bantu HEC-HMS sedangkan permodelan hidrolika menggunakan program bantu HEC-RAS. Hasil permodelan yang dihasilkan menunjukkan bahwa profil elevasi muka air dari model steady flow memiliki kecenderungan lebih tinggi dari elevasi muka air yang dihasilkan oleh model unsteady flow. Waktu yang dibutuhkan untuk simulasi model unsteady flow lebih lama dari model steady flow. Elevasi muka air rata-rata yang dihasilkan oleh model unsteady flow adalah +27.17 m, sedangkan untuk model steady flow adalah +29.62 m.
PENGARUH KARAKTERISTIK SUB-DAS GANGGANG TERHADAP BANJIR DI DESA NGULANAN KECAMATAN DANDER KABUPATEN BOJONEGORO Windarti Eko Rahayu; Mujiyono Mujiyono; Anie Yulistyorini; Nugroho Suryoputro; Gilang Id'fi
Bangunan Vol. 22 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v22i22017p41-50

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sub DAS Ganggang berupa : (1) tata guna lahan, (2) topografi (Slope), (3) bentuk DAS, (4) kerapatan jaringan dan (5) kekasaran permukaan. Metode yang digunakan dalam studi adalah penelitian deskripsi yang didasarkan observasi lapangan dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sub DAS Ganggang memiliki karakteristik : (1) tata guna lahan sebagian besar sawah (2) topografi masuk kategori datar (3) bentuk DAS radial (4) kerapatan jaringan sedang dan (5) kekasaran permukaan 0,2 mempengaruhi banjir Desa Ngulanan Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro.