This Author published in this journals
All Journal Bangunan
Adinda Dwi Novita Anggraini
Departemen Teknik Infrastruktur Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisa Pengaruh Lead Rubber Bearing Terhadap Kinerja Pilar Konvensional Pada Struktur Jembatan Highway Ortotropik Dengan Non Linear Time History Analysis Mohammad Akbar Alrasyidi; Moh Fadhlan Rosyidi; Kohar Yudoprasetyo; Patma Al Munawaroh; Adinda Dwi Novita Anggraini
Bangunan Vol. 31 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v31i12026p1-12

Abstract

Pilar beton bertulang konvensional (cast in situ) masih banyak digunakan pada jembatan dan jalan layang di Indonesia karena konstruksinya sederhana, material dan tenaga kerja tersedia, serta fleksibel terhadap variasi geometri sehingga efisien dari sisi waktu dan biaya. Namun, Indonesia berada di wilayah seismik aktif sehingga struktur pilar berpotensi menjadi elemen kritis saat gempa akibat menerima gaya lateral besar dan mengalami plastifikasi yang memusatkan kerusakan, meningkatkan kebutuhan perbaikan, dan mengganggu layanan. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Lead Rubber Bearing (LRB) untuk meningkatkan kinerja seismik pilar pada jembatan highway ortotropik, mengidentifikasi komponen pendisipasi energi dominan, serta menilai respons pilar pada gempa rencana. Dua konfigurasi dibandingkan, yaitu tanpa LRB dan dengan LRB. Struktur dirancang sesuai ketentuan pembebanan dan gempa yang berlaku, lalu dianalisis menggunakan Response Spectrum Analysis (RSA) dan Non Linear Time History Analysis (NLTHA) dengan tujuh rekaman gempa pada level gempa rencana periode ulang 1000 tahun. Hasil menunjukkan LRB menyebabkan pergeseran periode (period shift) sehingga menurunkan respons inersia global, ditandai berkurangnya gaya dalam, base shear, dan reaksi perletakan. Analisis nonlinier juga menunjukkan struktur dengan LRB cenderung menjaga pilar tetap elastis, sedangkan struktur tanpa LRB menunjukkan pilar lebih rentan leleh akibat perubahan periode, peningkatan redaman efektif, dan perubahan tuntutan respons pada sistem perletakan.