Abstrak Gangguan kognitif merupakan masalah yang paling banyak dialami oleh usia lanjut akibat proses penuaan. Proses penuaan dapat berdampak pada penurunan fungsi organ/fisik termasuk otak,sehingga lanjut usia sering mengalami kegagalan dalam hal memori untuk mengingat pesan yang disampaikan dan yang lebih parahnya adalah kesulitan mengingat waktu dan tempat,banyak lanjut usia yang tersesat di jalan dan tidak bisa pulang ke rumah. Penyakit degeneratif (diabetus melitus) yang menimbulkan Hiperglikemia akan mengakibatkan peningkatan viskositas darah sehingga menghambat aliran darah keseluruh organ tubuh. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan jenis kelamin umur dan dengan fungsi kognitif pada usia lanjut yang menderita penyakit DM. Metode penelitian diskriftif dengan pendekatan cross sectional, sedangkan populasi adalah lansia yang menderita penyakit diabetus melitus dengan sampel sebanyak 42 orang berusia diatas 55 tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner Mini Mental State Examination (MMSE). Hasil penelitian, kategori gangguan kognitif definitif adalah jumlah paling banyak yaitu sebesar 78,6 persen, dan sisanya adalah para lansia yang berpeluang mengalami gangguan kognitif definitif, sebanyak 21,40 persen. Berdasarkan rata-rata skor yang telah dikemukakan, maka lansia penderita Diabetus Melitus telah mengalami gangguan fungsi kognitif dan secara umum dapat dikatakan klasifikasi kategori definitif gangguan kognitif, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan fungsi kognitif para lansia dan analisis pengelompokan usia, kecenderungan bahwa lansia yang lebih tua akan memiliki skor fungsi kognitif yang lebih rendah terkonfirmasi oleh nilai korelasi negatif yaitu Kata kunci : Jenis Kelamin, Umur, Fungsi Kognitif, Diabetus Melitus.