Az Zahra Puteri Anugerah
Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Karakteristik Ibu dan Anak dengan Speech Delay Az Zahra Puteri Anugerah; Cice Tresnasari; Buti Azfiani Azhali
Bandung Conference Series: Medical Science 17-24
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22055

Abstract

Abstract. Speech delay is a developmental language disorder in early childhood that impacts academic and social capabilities. This study aims to describe the characteristics of mothers and children with speech delay at Al Islam Hospital, Bandung. This research is a quantitative descriptive study. The subjects were 38 children aged 2–3 years who experienced speech delay, selected using consecutive sampling techniques. Data were collected through interviews using the StimQ2 instrument. Characteristics of children with speech delay were predominantly male (65.8%), aged 36–47 months (89.5%), and receiving inadequate linguistic stimulation (84.2%). Meanwhile, mothers of children with speech delay generally had a secondary or higher education background (High School/equivalent 47.4% and Diploma/Bachelor's 42.1%) and were unemployed (78.9%). This study illustrates that speech delay cases are more frequently found in boys and tend to be more clearly identified as children approach 4 years of age. Abstrak. Speech delay merupakan gangguan perkembangan bahasa pada anak usia dini yang berdampak pada kemampuan akademik dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik ibu dan anak dengan speech delay di Rumah Sakit Al Islam Bandung. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah 38 anak berusia 2–3 tahun yang mengalami speech delay, yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan instrumen StimQ2. Karakteristik anak dengan speech delay didominasi oleh jenis kelamin laki-laki (65,8%), berada pada rentang usia 36–47 bulan (89,5%), dan memperoleh stimulasi linguistik di rumah dalam kategori kurang (84,2%). Sementara itu, ibu dari anak dengan kondisi speech delay umumnya memiliki latar belakang pendidikan menengah ke atas (SMA/sederajat 47,4% dan Diploma/Sarjana 42,1%) dengan status pekerjaan tidak bekerja (78,9%). Penelitian ini memberikan gambaran bahwa kasus speech delay lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki dan cenderung teridentifikasi lebih jelas saat anak mendekati usia 4 tahun.