Molandi Septiana Purwadi
Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Durasi Pengobatan Tuberkulosis Paru terhadap Parameter Kesembuhan pada Anak di Klinik Utama DR. H. A. Rotinsulu Cibadak Kota Bandung Molandi Septiana Purwadi; Wida Purbaningsih; Dicky Santosa
Bandung Conference Series: Medical Science 83-90
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22077

Abstract

Abstract. Pulmonary tuberculosis in children represents a clinical challenge that requires comprehensive management, and treatment duration is often considered an important factor in determining therapeutic success. This study analyzed the relationship between treatment duration and improvement in clinical symptoms among pediatric tuberculosis patients receiving care at Dr. H. A. Rotinsulu Primary Clinic, Cibadak, Bandung. A total of 100 children were evaluated at two follow-up periods, namely at the second month and the sixth month, resulting in 200 clinical observations. Clinical outcomes were classified into two categories: improvement (asymptomatic) and no improvement (symptomatic). The proportion of asymptomatic children increased markedly from 31% at the two-month evaluation to 60% at the six-month evaluation. Chi-square analysis demonstrated no significant association between treatment duration and clinical symptom improvement, with a p-value of 0.791. These findings indicate that treatment duration does not have a significant effect on the improvement of clinical symptom characteristics. This suggests that clinical improvement is not determined by treatment duration alone but is more strongly influenced by treatment adherence and other contributing factors. Abstrak. Tuberkulosis paru pada anak merupakan tantangan klinis yang memerlukan penanganan komprehensif, dan durasi pengobatan dianggap berperan penting dalam menentukan keberhasilan terapi. Penelitian ini menganalisis hubungan antara durasi pengobatan dan perbaikan gejala klinis pada pasien TB anak yang menjalani perawatan di Klinik Utama Dr. H. A. Rotinsulu, Cibadak, Bandung. Sebanyak 100 anak dinilai pada dua periode tindak lanjut, yaitu bulan ke-2 dan bulan ke-6, sehingga menghasilkan 200 observasi klinis yang diklasifikasikan menjadi ada perbaikan (tidak bergejala) dan tidak ada perbaikan (masih bergejala. Proporsi anak tanpa gejala meningkat secara signifikan dari 31 persen pada evaluasi dua bulan menjadi 60 persen pada evaluasi enam bulan. Analisis Chi-square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara durasi pengobatan dan perbaikan gejala dengan nilai p sebesar 0.791. Nilai ini menunjukkan bahwa durasi pengobatan tidak berpengaruh signifikan terhadap perbaikan karakteristik gejala klinis. Temuan ini mengindikasikan bahwa perbaikan karakteristik klinis tidak ditentukan olah durasi terapi semata, melainkan lebih dipengaruhi oleh kepatuhan pengobatan, dan faktor lainnya.