Abstract. Diabetes mellitus (DM) continues to increase in Indonesia, reaching 19.4 million cases in 2021, with type 2 DM dominating more than 90% of cases; this increase has implications for microvascular complications such as diabetic retinopathy, which has a global prevalence of 34.6% and in Indonesia 10–32%, and is a major cause of visual impairment and blindness, contributing 4.8% of total global blindness cases. Diabetic retinopathy is divided into two stages: non-proliferative (NPDR) and proliferative (PDR). This study aims to provide an overview of the characteristics of patients with non-proliferative diabetic retinopathy (NPDR) and proliferative diabetic retinopathy (PDR) in type 2 DM patients at AL-Ihsan Regional General Hospital. This study design is descriptive with a cross-sectional method using medical record data with a total of 130 patients. The results of the study in both diabetic retinopathy groups showed that the majority were female with the largest age group in the range of 45–60 years. Most sufferers have had type 2 DM for a duration of <5 years, and have random blood sugar levels (GDS) <200 mg/dL, and HbA1c >7%. Abstrak. Diabetes mellitus (DM) terus meningkat di Indonesia, mencapai 19,4 juta kasus pada 2021, dengan DM tipe 2 mendominasi lebih dari 90% kasus; peningkatan ini berimplikasi pada komplikasi mikrovaskular seperti retinopati diabetik, yang prevalensinya secara global 34,6% dan di Indonesia 10–32%, serta menjadi penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan dengan kontribusi 4,8% dari total kasus kebutaan dunia. Retinopati diabetik terbagi menjadi dua tahap yaitu non-proliferatif (NPDR) dan proliferatif (PDR). Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran karakteristik penderita retinopati diabetik non-proliferatif (NPDR) dan retinopati diabetik proliferatif (PDR) pada pasien DM tipe 2 di RSUD AL-Ihsan. Desain penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode cross sectional menggunakan data rekam medis dengan total 130 pasien. Hasil penelitian pada kedua kelompok retinopati diabetik menunjukkan mayoritas berjenis kelamin perempuan dengan kelompok usia terbanyak pada rentang 45–60 tahun. Sebagian besar penderita memiliki durasi menderita DM tipe 2 <5 tahun, dan memiliki kadar gula darah sewaktu (GDS) <200 mg/dL, serta HbA1c >7%.