Abstract. Dysmenorrhea is pain felt during menstruation and is the most common problem experienced by women of reproductive age. According to the World Health Organization (WHO), women account for about 90% of dysmenorrhea cases, with those aged 17 to 24 accounting for about 67–90%. The intensity of pain experienced by each individual varies and can be classified as mild, moderate, or severe dysmenorrhea. Dysmenorrhea and its severity can be influenced by various factors, one of which is Body Mass Index (BMI). This study aims to examine the relationship between BMI and the degree of dysmenorrhea using a literature review method by examining relevant national and international journals and articles, as well as clinical books. The results of the literature review show that the majority of studies state that body mass index is related to the degree of dysmenorrhea. This is due to fat levels, which can then affect the intensity of pain felt during menstruation. Although some studies also say that BMI is not related to the degree of dysmenorrhea, it can be concluded that the majority of literature states that body mass index can affect the degree of dysmenorrhea. Abstrak. Dismenore adalah rasa nyeri saat menstruasi dan merupakan masalah paling umum yang dialami oleh wanita pada usia reproduktif. Menurut World Health Organization (WHO), wanita menyumbang sekitar 90% kasus dismenore, dengan rentang usia 17 hingga 24 tahun menyumbang sekitar 67 – 90%. Rasa nyeri yang dirasakan setiap individu bervariasi dan dapat diklasifikasikan menjadi dismenore ringan, sedang, dan berat. Dismenore dan tingkat keparahannya dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara IMT dengan derajat dismenore menggunakan metode studi literatur dengan menelaah jurnal dan artikel nasional, internasional, serta buku klinis yang relevan. Hasil kaji literatur menunjukkan mayoritas penelitian menyatakan bahwa indeks massa tubuh berhubungan dengan derajat dismenore. Hal ini disebabkan oleh kadar lemak yang kemudian dapat memengaruhi intensitas nyeri yang dirasakan saat menstruasi. Meski beberapa penelitian juga mengatakan IMT tidak berhubungan dengan derajat dismenore, dapat disimpulkan bahwa mayoritas literatur menyatakan indeks massa tubuh dapat memengaruhi derajat dismenore.