Abstract. Primary dysmenorrhea is one of the most common gynecological complaints among adolescent girls and may interfere with academic activities and quality of life. This study aimed to analyze the relationship between age at menarche, menstrual duration, and body mass index (BMI) with the severity of primary dysmenorrhea among high school students. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted on 230 students of SMA Negeri 1 Cicalengka in the 2025/2026 academic year selected through purposive and quota sampling based on inclusion criteria. Data on age at menarche, menstrual duration, and pain severity were collected using a questionnaire, while BMI was obtained through direct anthropometric measurements. Pain severity was assessed using the Numeric Rating Scale (NRS). Bivariate analysis was performed using the Chi-Square test. The results showed significant associations between age at menarche (p = 0,001), menstrual duration (p = 0,002), and BMI (p = 0,001) with the severity of primary dysmenorrhea. Students with early menarche (<12 years), menstrual duration >8 days, and abnormal BMI (underweight or overweight/obese) exhibited a higher proportion of moderate to severe pain compared to other groups. This study concludes that these three variables are associated with the severity of primary dysmenorrhea among adolescent girls. Early screening and health education regarding balanced nutrition and regular physical activity may help reduce pain severity and its impact on academic performance and well-being. Abstrak. Dismenore primer merupakan salah satu gangguan ginekologis yang paling sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar serta kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia menarche, lama menstruasi, dan indeks massa tubuh (IMT) dengan tingkat keparahan dismenore primer pada siswi SMA. Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional dilakukan pada 230 siswi SMA Negeri 1 Cicalengka Tahun Ajaran 2025/2026 yang dipilih melalui purposive dan quota sampling berdasarkan kriteria inklusi. Data usia menarche, lama menstruasi, dan tingkat nyeri dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan IMT diukur menggunakan pengukuran antropometri langsung. Tingkat keparahan nyeri dinilai menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia menarche (p = 0,001), lama menstruasi (p = 0,002), dan IMT (p = 0,001) dengan tingkat keparahan dismenore primer. Siswi dengan menarche dini (<12 tahun), durasi menstruasi >8 hari, serta IMT tidak normal (underweight maupun overweight/obesitas) memiliki proporsi nyeri sedang hingga berat yang lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketiga variabel tersebut merupakan faktor yang berhubungan dengan keparahan dismenore primer pada remaja putri. Upaya skrining dini dan edukasi mengenai pola hidup sehat, termasuk pengaturan gizi dan aktivitas fisik teratur, berpotensi membantu mengurangi keparahan nyeri dan dampaknya terhadap aktivitas belajar serta kesejahteraan remaja putri.