Abdullah
Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Beban Kerja dengan Stres Kerja pada Perawat Bedah di RSUD Dr. Dradjat Prawiranegara Kabupaten Serang Tahun 2025 Abdullah; Caecielia Makaginsar; Amelia Dwi Heryani
Bandung Conference Series: Medical Science 507-514
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22235

Abstract

Abstract. Operating room nurses are exposed to high physical and psychological work demands, which may lead to work-related stress and negatively affect the quality of perioperative care. This study aimed to describe workload and work stress and to analyze the relationship between the two among operating room nurses at RSUD Dr. Drajat Prawiranegara, Serang Regency, in 2025. This study employed a quantitative observational analytic design with a cross-sectional approach. A total of 74 operating room nurses were included using a total sampling technique. Workload was measured using the Nursalam (2017) nursing workload questionnaire, while work stress was assessed using the Indonesian version of the Job Stress Scale. Data were analyzed using univariate analysis and bivariate analysis with the Fisher Exact test. The results showed that most nurses experienced a moderate (52.7%) and heavy workload (33.8%), as well as moderate (70.3%) and high levels of work stress (14.9%). Statistical analysis demonstrated a significant relationship between workload and work stress (p = 0.001; p < 0.05). These findings indicate that increased workload contributes to higher levels of work stress among operating room nurses, reflecting the demanding nature of the operating room environment, which requires high precision, time pressure, and substantial responsibility for patient safety. Therefore, effective workload management and adequate organizational support are essential to reduce work stress and maintain the quality of perioperative care. Abstrak. Perawat bedah di ruang operasi menghadapi tuntutan kerja fisik dan psikologis yang tinggi yang berpotensi menimbulkan stres kerja dan berdampak pada mutu pelayanan perioperatif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan beban kerja dan stres kerja serta menganalisis hubungan keduanya pada perawat bedah di RSUD Dr. Drajat Prawiranegara Kabupaten Serang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 74 perawat bedah yang diambil menggunakan teknik total sampling. Beban kerja diukur menggunakan kuesioner beban kerja perawat Nursalam (2017) dan stres kerja diukur menggunakan Job Stress Scale versi Indonesia. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat memiliki beban kerja kategori sedang (52,7%) dan berat (33,8%), serta stres kerja kategori sedang (70,3%) dan tinggi (14,9%). Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dan stres kerja dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan beban kerja berkontribusi terhadap meningkatnya stres kerja pada perawat bedah, sejalan dengan karakteristik lingkungan kerja ruang operasi yang menuntut ketelitian tinggi, kecepatan kerja, dan tanggung jawab besar terhadap keselamatan pasien. Oleh karena itu, pengelolaan beban kerja dan dukungan organisasi yang memadai diperlukan untuk menekan stres kerja dan menjaga kualitas pelayanan perioperatif. Kata Kunci: Beban kerja, Stress kerja, perawat bedah.