Abstract. Pulmonary tuberculosis (TB) remains a significant public health issue in Indonesia, including Batang Regency. The prolonged duration of TB treatment can trigger psychological disturbances such as depression, anxiety, and stress, which may negatively affect medication adherence. Poor adherence increases the risk of treatment failure, relapse, and drug resistance. This study aimed to analyze the relationship between levels of depression, anxiety, and stress with medication adherence among pulmonary TB patients at Batang 2 and Batang 4 Community Health Centers. This research used an analytical observational method with a cross-sectional design. A total of 66 pulmonary TB patients were selected through purposive sampling based on predetermined inclusion criteria. Psychological conditions were measured using the DASS-21 questionnaire, while medication adherence was assessed with the MMAS-8 instrument. The findings indicated that most patients experienced moderate to severe levels of depression, anxiety, and stress, while medication adherence predominantly fell into the moderate and low categories. Correlation analysis showed a significant relationship between psychological conditions and adherence (p < 0.05), demonstrating that higher levels of psychological distress were associated with lower adherence. These results highlight the importance of addressing mental health issues to optimize treatment outcomes. Routine psychological screening and supportive interventions are recommended to enhance medication adherence among pulmonary TB patients. Abstrak. Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit menular dengan beban kesehatan tinggi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Batang. Lama durasi pengobatan TB sering memicu gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, dan stres yang dapat menurunkan kepatuhan minum obat serta meningkatkan risiko kegagalan terapi, kekambuhan, dan resistensi obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat depresi, kecemasan, dan stres dengan kepatuhan pengobatan pasien TB paru di Puskesmas Batang 2 dan Batang 4. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sebanyak 66 pasien TB paru dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Tingkat depresi, kecemasan, dan stres diukur menggunakan kuesioner DASS-21, sedangkan kepatuhan pengobatan dinilai dengan MMAS-8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami depresi, kecemasan, dan stres kategori sedang hingga berat, sementara tingkat kepatuhan didominasi kategori sedang dan rendah. Uji korelasi menunjukkan hubungan bermakna antara tingkat depresi, kecemasan, dan stres dengan kepatuhan pengobatan (p < 0,05), di mana semakin tinggi gangguan psikologis, semakin rendah kepatuhan terapi. Penelitian ini menegaskan bahwa kondisi psikologis berperan penting dalam keberhasilan pengobatan TB paru sehingga evaluasi kesehatan mental dan dukungan psikososial perlu diperkuat untuk meningkatkan kepatuhan pasien.