Muhammad Rokan Bastian
Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Correlation between Physical Activity and Stress Levels among First-Year Medical Students. Muhammad Rokan Bastian; Yuniarti; Eka Hendryanny
Bandung Conference Series: Medical Science 797-804
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22392

Abstract

Abstract. Mental health is a vital component of overall health, and imbalances in mental health can trigger stress. Medical students are a vulnerable group due to high academic loads and demanding schedules, which often impact their physical activity levels. Physical activity is known to play an important role in reducing stress through the modulation of hormones and neurotransmitters. This study aims to describe physical activity levels, stress levels, and analyze the relationship between physical activity and stress levels among first-year students at the Faculty of Medicine, Universitas Islam Bandung, Academic Year 2025/2026. This research is a quantitative study with a cross-sectional design. Data were collected from 162 respondents using the International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF) to measure physical activity and the Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) to measure stress levels. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Spearman correlation test. The majority of students had low physical activity levels, totaling 118 individuals (72.8%). Most students experienced moderate stress levels, totaling 95 individuals (58.6%). Statistical test results showed a significant relationship between physical activity and stress levels (p-value = 0.006) with a weak negative correlation strength (r = -0.241). This indicates that higher physical activity tends to be associated with lower stress levels. There is a significant and inverse relationship between physical activity and stress levels among first-year medical students at Universitas Islam Bandung. This significant relationship arises because medical students have limited time for physical activity, which subsequently influences their stress levels. Abstrak. Kesehatan mental merupakan komponen yang penting dalam kesehatan, ketidaksesuaian kesehatan mental dapat memicu stres. Mahasiswa fakultas kedokteran merupakan kelompok yang rentan akibat beban akademik yang tinggi dan jadwal yang padat, seringkali berdampak pada aktivitas fisik mereka. Aktivitas fisik diketahui memilik peran penting dalam menurunkan tingkat stres melalui modulasi hormon dan neurotransmitter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran aktivitas fisik, gambaran tingkat stress, serta menganalisis hubungan antara aktivitas fissik dan tingkat stres pada Mahasiswa Tingkat Pertama Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Tahun Akademik 2025/2026. Penelitian ini merupakanpenelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan dari 162 responden menggunakan International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF) untuk mengukur aktivitas fisik dan Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) untuk mengukur tingkat stress. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi spearman. Hasilnya, mayoritas mahasiswa memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah, yaitu sebanyak 118 orang (72,8%). Sebagian besar mahasiswa mengalami tingkat stres sedang, yakni sebanyak 95 orang (58,6%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan tingkat stres (p-value = 0,006) dengan kekuatan korelasi negatif yang lemah (r = -0,241). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi aktivitas fisik, maka tingkat stres cenderung menurun. Hubungan yang signifikan disebabkan karena mahasiswa kedokteran memiliki waktu yang terbatas untuk melakukan aktivitas fisik sehingga dapat mempengaruhi stres.