Abstract. Leukemia (ALL), consisting of three phases with varying intensities and side effects. These differences may potentially affect the multidimensional quality of life of patients. This study aimed to determine the relationship between chemotherapy phase and quality of life in children with ALL at Al-Islam Hospital Bandung. This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 36 children with ALL undergoing induction, consolidation, or maintenance chemotherapy, selected through consecutive sampling based on inclusion criteria. Data were collected from medical records for chemotherapy phase and the PedsQL 4.0 Generic Core Scales questionnaire to measure quality of life. Data analysis was performed using the Chi-Square test with a significance level of p < 0.05. The results showed that 66.7% of patients in the induction phase had poor quality of life, while in the maintenance phase, 83.3% had good quality of life. Statistical analysis indicated a significant relationship between chemotherapy phase and quality of life (p = 0.046; r = 0.414), demonstrating a moderate positive correlation between the two variables. The study concludes that there is a significant relationship between chemotherapy phase and quality of life in children with ALL, where quality of life tends to improve as chemotherapy progresses from induction to maintenance. These findings support the importance of tailored supportive therapy approaches according to chemotherapy phase to maintain and enhance the quality of life of pediatric ALL patients. Abstrak. Kemoterapi merupakan pengobatan utama pada anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) yang terdiri dari tiga fase dengan intensitas dan efek samping yang berbeda. Perbedaan ini berpotensi memengaruhi kualitas hidup pasien secara multidimensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fase kemoterapi dengan kualitas hidup anak penderita LLA di Rumah Sakit Al-Islam Bandung. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 36 anak dengan LLA yang menjalani kemoterapi fase induksi, konsolidasi, atau pemeliharaan, dipilih dengan consecutive sampling sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui rekam medis untuk data fase kemoterapi dan kuesioner PedsQL 4.0 Generic Core Scales untuk mengukur kualitas hidup. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,7% pasien pada fase induksi memiliki kualitas hidup buruk, sementara pada fase pemeliharaan, 83,3% memiliki kualitas hidup baik. Uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara fase kemoterapi dengan kualitas hidup (p = 0,046; r = 0,414), yang menunjukkan adanya korelasi positif sedang antara kedua variabel. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara fase kemoterapi dengan kualitas hidup anak penderita LLA di mana kualitas hidup cenderung meningkat seiring dengan perkembangan fase kemoterapi dari induksi menuju pemeliharaan. Temuan ini mendukung pentingnya pendekatan terapi suportif yang disesuaikan dengan fase kemoterapi untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hidup pasien anak dengan LLA.