Abstract. Nasopharyngeal carcinoma (NPC) is a head and neck malignancy that is commonly found in Southeast Asia, including Indonesia. According to the Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) in 2022, there were 18,835 new cases of NPC, with 12,949 deaths reported among males. Histopathological biopsy examination plays an important role in establishing the diagnosis of NPC. This study aimed to describe the characteristics of age, sex, incidence, and histopathological types of NPC based on the World Health Organization (WHO) classification among patients at Al-Ihsan Hospital Bandung during the period 2020–2024. This study employed a retrospective descriptive design with a cross-sectional approach using secondary medical record data. Total sampling was applied, resulting in 102 patients who met the inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using univariate analysis and presented as frequency distributions and percentages. The results showed that NPC patients were predominantly male (60.8%), with the most common age groups being 36–45 years and 56–65 years (each 22.5%). The incidence of NPC increased during the study period, with the highest number of cases recorded in 2024 (36.3%). The most common histopathological type was non-keratinizing undifferentiated squamous cell carcinoma (83.3%). Abstrak. Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan keganasan kepala dan leher yang umum ditemukan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) tahun 2022 mencatat 18.835 kasus baru KNF dengan angka kematian 12.949 kasus pada laki-laki. Pemeriksaan biopsi histopatologi berperan penting dalam menegakkan diagnosis KNF. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik usia, jenis kelamin, insidensi, serta tipe histopatologi KNF berdasarkan klasifikasi World Health Organization (WHO) di RS Al-Ihsan Bandung periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan pendekatan potong lintang menggunakan data sekunder rekam medis. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling terhadap 102 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (60,8%), dengan kelompok usia terbanyak 36–45 tahun dan 56–65 tahun (masing-masing 22,5%). Insidensi KNF meningkat dengan puncak kasus pada tahun 2024 (36,3%), dan tipe histopatologi terbanyak adalah non-keratinizing undifferentiated squamous cell carcinoma (83,3%). .