Abstract. Childhood tuberculosis remains a significant public health problem, particularly in countries with a high disease burden such as Indonesia. Children are a vulnerable population to Mycobacterium tuberculosis (MTB) infection due to an immature immune system and the influence of various risk factors, including nutritional status. Nutritional status plays an important role in determining immune system function. Therefore, nutritional imbalance may increase susceptibility to tuberculosis. This study aimed to review the role of nutritional status in the occurrence of childhood tuberculosis through a literature study. This study used a narrative literature review design to comprehensively examine the role of nutritional status in the incidence of tuberculosis among children. The literature sources included textbooks and peer-reviewed articles retrieved from PubMed, Google Scholar, and ScienceDirect, encompassing publications from 2010 to 2025. The findings indicate that suboptimal nutritional status, including undernutrition and overnutrition, is associated with impaired immune function. Undernutrition is linked to deficiencies in protein and essential fatty acids that are essential for antibody production and immune cell activity, while overnutrition may lead to immune dysregulation through chronic inflammation. In addition, tuberculosis infection can further worsen the nutritional status of children, creating a bidirectional relationship that exacerbates disease progression. In conclusion, nutritional status plays a crucial role in the occurrence of childhood tuberculosis and should be considered an integral component of comprehensive tuberculosis prevention and control strategies. Abstrak. Tuberkulosis pada anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, khususnya di negara dengan beban penyakit yang tinggi seperti Indonesia. Anak merupakan kelompok rentan terhadap infeksi Mycobacterium tuberculosis (MTB) akibat sistem imun yang belum berkembang secara optimal serta pengaruh berbagai faktor risiko, salah satunya adalah status gizi. Status gizi berperan penting dalam menentukan kemampuan sistem imun dalam melawan infeksi, sehingga ketidakseimbangan status gizi dapat meningkatkan kerentanan terhadap tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan status gizi terhadap kejadian tuberkulosis pada anak berdasarkan studi literatur. Penelitian ini menggunakan narrative literature review yang bertujuan mengetahui peranan status gizi dan kejadian tuberkulosis pada anak. Sumber menggunakan artikel yang diperoleh dari Textbook, PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect dari tahun 2010—2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa status gizi yang tidak baik, baik gizi kurang maupun gizi lebih, berperan dalam penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh. Gizi kurang berkaitan dengan defisiensi protein dan lemak esensial yang berperan dalam pembentukan antibodi dan fungsi sel imun, sedangkan gizi lebih dapat menyebabkan gangguan regulasi imun melalui mekanisme inflamasi kronis. Disimpulkan bahwa status gizi memiliki peranan penting dalam kejadian tuberkulosis pada anak dan perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan dan pengendalian tuberkulosis secara komprehensif.