Salma Widyatami Maryadi Putri
Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Literatur : Tinjauan Temulawak dan Kencur Sebagai Pelancar Air Susu Ibu Salma Widyatami Maryadi Putri; Yuktiana Kharisma; Rizki Perdana
Bandung Conference Series: Medical Science 1359-1366
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22631

Abstract

Abstract. Breast milk is the primary source of nutrition for infants during the first six months of life. Breast milk production is influenced by various factors, including hormonal regulation and the condition of the breastfeeding mother. One approach widely studied to support milk production is the use of galactagogues, both pharmacological and herbal. Curcuma xanthorrhiza (temulawak) and Kaempferia galanga (kencur) are plants that have been empirically used in traditional practice to promote breast milk production. This study employed a literature review method by examining scientific articles discussing the mechanisms of lactation and the potential of temulawak and kencur as galactagogues. Data were obtained from relevant national journals and analyzed descriptively. The results indicate that temulawak and kencur contain bioactive compounds such as flavonoids, saponins, alkaloids, and steroids that play a role in the modulation of prolactin and oxytocin hormones. These compounds are associated with the processes of milk synthesis and ejection. Therefore, temulawak and kencur may be considered herbal materials with potential to support breast milk production based on findings in the existing literature. Abstrak. Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi pada enam bulan pertama kehidupan. Produksi ASI dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk regulasi hormonal dan kondisi ibu menyusui. Salah satu pendekatan yang banyak dikaji untuk mendukung produksi ASI adalah penggunaan galaktagog, baik farmakologis maupun berbasis herbal. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan kencur (Kaempferia galanga) merupakan tanaman yang secara empiris digunakan dalam praktik tradisional sebagai pelancar ASI. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah artikel ilmiah yang membahas mekanisme laktasi serta potensi temulawak dan kencur sebagai galaktagog. Sumber data diperoleh dari jurnal nasional yang relevan dan dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa temulawak dan kencur mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, alkaloid, dan steroid yang berperan dalam modulasi hormon prolaktin dan oksitosin. Senyawa-senyawa tersebut berkaitan dengan proses sintesis dan ejeksi ASI. Dengan demikian, temulawak dan kencur dapat dipertimbangkan sebagai bahan herbal yang berpotensi mendukung produksi ASI berdasarkan temuan-temuan yang ada dalam literatur.