Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Anak Prematur Usia 2-5 Tahun dengan Keterlambatan Bicara di Rumah Sakit Al-Islam Bandung Rosvita Heistia; Cice Tresnasari; Endang Suherian
Bandung Conference Series: Medical Science 1385-1392
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22649

Abstract

Abstract. Speech delay is one of the developmental disorders commonly found in children aged 2–5 years and may be influenced by various internal and external factors. One internal factor that is suspected to play a role is preterm birth, which is associated with immaturity of the central nervous system and brain development processes. This study aimed to describe the prevalence of preterm birth and the status of speech delay in children aged 2–5 years at Al-Islam Hospital Bandung. This study employed an analytic observational design with a cross-sectional approach. A total of 88 children aged 2–5 years were included, consisting of children with speech delay and children without speech delay. Data on the history of preterm birth were obtained through interviews with parents, while speech delay status was determined based on physicians diagnoses. The results showed that most subjects had no history of preterm birth, with a proportion of moderate preterm birth of 5%, and the prevalence of speech delay was 57%. These findings indicate that speech delay is relatively common among children aged 2–5 years at Al-Islam Hospital Bandung, while the proportion of preterm birth history in the study population is relatively low. Abstrak. Keterlambatan bicara merupakan salah satu gangguan perkembangan yang sering ditemukan pada anak usia 2–5 tahun dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal. Salah satu faktor internal yang diduga berperan adalah kelahiran prematur, yang berkaitan dengan ketidakmatangan sistem saraf pusat dan proses perkembangan otak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan prevalensi kelahiran prematur dan status keterlambatan bicara pada anak usia 2–5 tahun di Rumah Sakit Al-Islam Bandung. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 88 anak usia 2–5 tahun, terdiri atas anak dengan keterlambatan bicara dan anak tanpa keterlambatan bicara. Data riwayat kelahiran prematur diperoleh melalui wawancara orang tua, sedangkan status keterlambatan bicara ditetapkan berdasarkan diagnosis dokter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar subjek tidak memiliki riwayat kelahiran prematur, dengan proporsi prematur sedang sebesar 5%, dan prevalensi keterlambatan bicara sebesar 57%. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlambatan bicara cukup sering dijumpai pada anak usia 2–5 tahun di RS Al-Islam Bandung dengan proporsi riwayat kelahiran prematur yang relatif rendah pada populasi penelitian tersebut.