Salbiah K
Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Pontianak, Kalimantan Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Kemauan Dan Kemampuan Membayar Masyarakat Terhadap Sarana Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Di Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya Tahun 2025 Salbiah K; Susilawati Susilawati; Jaleha Jaleha
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 25, No 3 (2026): Oktober 2026
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.82343

Abstract

Latar belakang: Pengelolaan sampah rumah tangga yang tidak memenuhi syarat dapat meningkatkan pencemaran lingkungan dan risiko penyakit berbasis lingkungan. Secara nasional, timbulan sampah tahun 2023 mencapai 69,7 juta ton; di wilayah kerja Puskesmas Sungai Kakap tahun 2024 dilaporkan 1.124 kasus diare, 36 kasus DBD, dan 4 kasus kolera. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, perilaku, kemauan membayar (WTP), dan kemampuan membayar (ATP) masyarakat dengan kelayakan sarana pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Sungai Kakap Tahun 2025.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) dilaksanakan Juli–November 2025 pada 99 responden menggunakan proportional systematic random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, lalu dianalisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta ditampilkan Odds Ratio (OR) dan CI 95%.Hasil: Responden memiliki pengetahuan baik 55,6%, sikap kurang 56,6%, perilaku kurang 56,6%, WTP rendah 64,6%, dan ATP rendah 64,6%. Pengetahuan tidak berhubungan bermakna dengan kelayakan sarana (p=0,294; OR=1,7; CI 95%: 0,605–5,167). Sikap tidak berhubungan bermakna (p=0,534; OR=1,4; CI 95%: 0,497–3,849). Perilaku tidak berhubungan bermakna (p=0,534; OR=1,4; CI 95%: 0,497–3,849). WTP berhubungan bermakna dengan kelayakan sarana (p<0,001; OR=26,1; CI 95%: 5,501–123,886). ATP juga berhubungan bermakna (p<0,001; OR=26,1; CI 95%: 5,501–123,886).Simpulan: Kelayakan sarana pengelolaan sampah rumah tangga berhubungan bermakna dengan faktor pembiayaan, yaitu Kemauan Membayar (WTP) dan Kemampuan Membayar (ATP).ABSTRAKTitle: Association Of Knowledge, Attitudes, Practices, Willingness To Pay, And Ability To Pay With The Adequacy Of Household Waste Management Facilities In Sungai Kakap Village, 2025Background: Inadequate household waste management facilities may increase environmental pollution and environmental-related diseases. National waste generation in 2023 reached 69.7 million tons; in the Sungai Kakap Primary Health Center service area in 2024, 1,124 diarrhea cases, 36 dengue cases, and 4 cholera cases were reported. This study aimed to examine the association of knowledge, attitudes, practices, willingness to pay (WTP), and ability to pay (ATP) with the adequacy of household waste management facilities in Sungai Kakap Village in 2025.Method: A quantitative cross-sectional study was conducted from July to November 2025 among 99 respondents selected using proportional systematic random sampling. Data were collected using questionnaires and observation, and analyzed using univariate and Chi-square tests, with odds ratios (OR) and 95% confidence intervals (CI) reported.Result: Respondents had good knowledge (55.6%), while poor attitudes (56.6%) and poor practices (56.6%) were predominant; most had low WTP (64.6%) and low ATP (64.6%). Knowledge was not significantly associated with facility adequacy (p=0.294; OR=1.7; 95% CI: 0.605–5.167). Attitude was not significant (p=0.534; OR=1.4; 95% CI: 0.497–3.849). Practice was not significant (p=0.534; OR=1.4; 95% CI: 0.497–3.849). WTP was significantly associated with adequacy (p<0.001; OR=26.1; 95% CI: 5.501–123.886), and ATP was also significant (p<0.001; OR=26.1; 95% CI: 5.501–123.886).Conclusion: Facility adequacy was more strongly associated with financing factors (WTP and ATP) than with knowledge, attitudes, or practices.