Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SINDROM ORTNER (CARDIO VOCAL HOARSENESS): KASUS KLASIK DAN TIDAK UMUM DI DAERAH RURAL Putra, Ngurah Agung Reza Satria Nugraha
Ganesha Medicina Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gm.v3i2.67707

Abstract

Demam rematik merupakan penyebab utama stenosis mitral di seluruh dunia. Sindrom Ortner (cardiovocal syndrome) adalah komplikasi yang jarang terjadi pada stenosis mitral rematik. Hal ini disebabkan oleh kelumpuhan saraf laring kiri yang berulang, terutama disebabkan oleh penekanan saraf mekanis dari struktur kardiovaskular yang membesar. Seorang wanita berusia 76 tahun dengan penyakit jantung rematik kronis mengeluhkan suara serak selama 17 hari disertai sesak napas, mual, dan muntah selama 1 minggu. Pemeriksaan auskultasi menunjukkan bunyi jantung pertama yang keras di daerah mitral serta irama yang tidak teratur. Pada pemeriksaan elektrokardiogram ditemukan deviasi aksis kanan dan fibrilasi atrium. Rontgen dada menunjukkan adanya kardiomegali. Meskipun fungsi ventrikel kiri dan kanan normal, ekokardiografi menunjukkan stenosis mitral yang parah disertai regurgitasi mitral ringan. Pengobatan konservatif diberikan yaitu berupa kombinasi diuretik, beta-blocker, antagonis vitamin K, dan penghambat reseptor angiotensin. Dokter THT juga dikonsultasikan, dan pasien dirawat secara konservatif.
MODIFIKASI MANUVER VALSALVA UNTUK KARDIOVERSI TAKIKARDIA SUPRAVENTRIKULAR DI DAERAH RURAL Putra, Ngurah Agung Reza Satria Nugraha; I Nyoman Kurniawan Agratama; Ni Luh Eka Sriayu Wulandari; I Ketut Susila
Ganesha Medicina Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gm.v4i1.74069

Abstract

Takikardia supraventrikular adalah takiaritmia yang melibatkan jaringan atrium atau persimpangan atrioventrikular yang disertai dengan gejala klinis seperti palpitasi, sesak napas, atau bahkan tanpa gejala. Seorang wanita berusia 54 tahun dan seorang pria berusia 59 tahun datang ke UGD dengan keluhan berdebar tiba-tiba. Tidak ada aktivitas berat sebelumnya yang menjadi pemicu awal. Hasil EKG kedua pasien menunjukkan takikardia supraventrikular. Modifikasi Manuver Valsalva dilakukan pada kedua pasien, dan observasi selama 45-60 detik menunjukkan adanya pemulihan irama menjadi irama sinus. Modifikasi Manuver Valsalva bekerja dengan meningkatkan tonus vagal. Peningkatan tekanan intratoraks mencegah aliran balik vena perifer ke jantung kanan ketika pasien melakukan ekspirasi paksa. Ini akan mengaktivasi sistem saraf simpatis. Manuver Valsalva yang dimodifikasi telah menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan konversi SVT dapat mencapai 43%, yang jauh lebih tinggi daripada Manuver Valsalva konvensional (17%) serta jauh lebih hemat biaya dan aman.
Balancing Risk and Benefit of Antiplatelet Therapy in the Acute Coronary Syndrome Patient with Thrombocytopenia: A Case Report Putra, Ngurah Agung Reza Satria Nugraha; Hendrijanto, Johanes David; Susila, I Ketut
Cardiovascular and Cardiometabolic Journal (CCJ) Vol. 6 No. 1 (2025): Cardiovascular and Cardiometabolic Journal
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ccj.v6i1.2025.53-59

Abstract

Background: Antiplatelets are one of the cornerstones of treatment for Acute coronary syndrome (ACS), although it is risky in patients with thrombocytopenia. In choosing antiplatelets, physicians must carefully weigh the risks of ischemia and bleeding. Case Summary: A 68-year-old male came to ED with a 2-day history of left-sided chest pain, exacerbated 1 hour before admission. The preliminary ECG revealed ST elevation in lead V2-V5 and laboratory examination showed low platelets in four days (32x103/uL; 29x103/uL; 47x103/uL; 87x103/uL). The patient received a loading dose of Aspirin 160 mg. However, Clopidogrel 1x75mg was administered on the second day of treatment. After 5 days of treatment, the patient's condition improved, and his platelet count increased steadily. Conclusion: Antiplatelet therapy is required to avoid ischemic complications, but it enhances the risk of bleeding in individuals with thrombocytopenia. There have been few studies on the use of antiplatelets in thrombocytopenia. Monotherapy is preferred over dual therapy, however the risk/benefit ratio, clinical response, and monitoring for bleeding issues in the patient must all be considered. -- Highlights: 1. This case illustrates that cautious antiplatelet monotherapy may be a viable strategy in ACS patients with thrombocytopenia. In this 68-year-old with ST-elevation MI and platelets <50×10³/μL, delayed Clopidogrel monotherapy—guided by clinical stability and rising platelet counts—led to improvement without bleeding complications.