Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aspek Hukum Pengangkatan Wali Anak di Bawah Umur Dalam Praktek Pengadilan (Studi Penetapan Nomor: 220/Pdt.P/2024/PN.Tjk) Silviana Sari; Baharrudin Baharrudin; Aprinisa Aprinisa
Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v2i1.5262

Abstract

Guardianship of minors in law is a mechanism that aims to protect the rights and interests of children whose parents are unable to carry out their roles, either because they have died, lost custody rights, or are legally incompetent. Guardianship is given to a guardian appointed by the court, either from the child's immediate family or another party who is deemed capable of meeting the child's physical and psychological needs. Guardians are responsible for managing the child's assets and ensuring their welfare, while remaining supervised by the court or related agencies to prevent abuse of authority. This research examines the legal aspects of appointing guardians of minors based on Determination Number: 220/Pdt.P/2024/PN.Tjk. The research methodology is normative juridical, employing an analytical approach to relevant laws and documents. Data collection was conducted through library research and field research. The data analysis method used is qualitative juridical analysis. The research results show that in Determination Number : 220/Pdt.P/2024/Pn.Tjk, the legal procedure for appointing a child's guardian includes two main stages, namely the registration and trial stages. At the registration stage, the applicant submits application documents for verification, while at the trial stage, evidence and witnesses are presented to support the application. If the application meets the requirements, the court grants a guardianship order. The legal consequence of this determination is the transfer of guardianship responsibility to a legally authorized guardian, who has special authority in making decisions regarding the child's interests, including education until adulthood. This stipulation also regulates supervision from the Social Service to ensure the fulfillment of children's rights in accordance with Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection.
Pertimbangan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pencurian oleh Asisten Rumah Tangga (Studi Putusan Nomor: 528/Pid.B/2024/PN.Tjk) Alfandy Firmansyah; Baharrudin Baharrudin; Risti Dwi Ramasari
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol. 2 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i1.5308

Abstract

Pencurian berasal dari kata “curi” yang mendapatkan awalan “pen” dan akhiran “an” yang berarti mengambil secara sembunyi-sembunyi tanpa diketahui orang lain. Mencuri berarti mengambil milik orang lain secara melawan hukum. Pencurian dalam bentuk pokok telah diatur didalam Pasal 362 KUHP Penelitian ini mengkaji tentang kasus Tindak Pidana Pencurian yang dilakukan oleh Seorang Asisten Rumah Tangga Berdasarkan Putusan Nomor : 528/Pid.B/2024/PN.Tjk. Tujuan penelitian pada kasus ini ialah untuk mengetahui Apakah Faktor Penyebab Pelaku Asisten Rumah Tangga Melakukan Tindak Pidana Pencurian serta Bagaimanakah Pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap Pelaku Pencurian Yang Dilakukan Oleh Asisten Rumah Tangga tersebut. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan yuridis normatif dan empiris. Pengumpulan data melalui penelitian kepustakan (library research) dan penelitian lapangan (filed research).  Sumber data diperoleh dari putusan Pengadilan dan Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelitian dan wawancara untuk mendapatkan keterangan dan juga jawaban atas pokok permasalahan penelitian