Ronal Situmorang
STMIK Triguna Dharma

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sistem Pakar Dalam Mendiagnosa Penyakit Sindrom Marfan Menggunakan Metode Dempster Shafer Ronal Situmorang; Meri Sri Wahyuni; Jufri Halim
Jurnal Sistem Informasi Triguna Dharma (JURSI TGD) Vol. 5 No. 5 (2026): EDISI SEPTEMBER 2026
Publisher : STMIK Triguna Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53513/jursi.v5i5.11817

Abstract

Sindrom Marfan adalah kelainan genetik langka yang diagnosisnya kompleks karena variasi gejala dan tumpang tindihnya dengan kondisi lain. Keterlambatan identifikasi dapat menyebabkan komplikasi serius pada kardiovaskular, mata, dan muskuloskeletal. Diagnosis saat ini sangat bergantung pada keahlian spesialis dan kriteria klinis yang tidak selalu mudah diakses, terutama di daerah terpencil. Kondisi ini menyoroti kebutuhan mendesak akan alat bantu diagnosis yang dapat meningkatkan akurasi dan kecepatan, memungkinkan penanganan pasien lebih dini. Penelitian ini mengembangkan sistem pakar untuk mendiagnosis Sindrom Marfan menggunakan Metode Dempster-Shafer. Metode ini dipilih karena kemampuannya dalam menangani ketidakpastian dan mengintegrasikan berbagai bukti, sangat relevan untuk diagnosis penyakit dengan gejala yang kompleks. Sistem ini mengumpulkan data gejala pasien dan memprosesnya melalui penalaran probabilistik Dempster-Shafer untuk menghasilkan tingkat keyakinan diagnosis. Sistem pakar ini diharapkan dapat menjadi alat pendukung keputusan yang membantu tenaga medis dalam menegakkan diagnosis secara lebih objektif dan terstruktur. Hasil pengujian menunjukkan sistem ini mencapai akurasi 92% dalam mendiagnosis Sindrom Marfan berdasarkan data rekam medis. Sistem ini juga efektif mengelola ketidakpastian data, memberikan hasil diagnosis yang konsisten meski informasi gejala tidak lengkap. Adanya sistem ini diharapkan mempercepat dan mengakuratkan diagnosis Sindrom Marfan, sehingga mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup penderita.