Ratnasari Ramlan
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata Desa Enu Melalui Pelatihan Pembuatan Souvenir dari Batu Alam dan Kelapa Sriyati Ramadhani; Ratnasari Ramlan; Cici Rianty K Bidin
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Panrita Abdi - April 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i2.47048

Abstract

This Community Service Program was implemented in Enu Village, Sindue Subdistrict, Donggala Regency, with the objective of empowering the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) through training in souvenir production based on local resources, namely natural stone and coconut shells. The program was designed to enhance community technical skills in producing value-added products, strengthen Pokdarwis institutional management, and encourage social participation in the development of village-based tourism. A participatory approach was applied, encompassing program socialization, training in souvenir production skills, finishing and packaging techniques, simple marketing strategies, basic financial bookkeeping, as well as the preparation of standard operating procedures (SOPs) and organizational structures. The results indicate a significant improvement in Pokdarwis members’ ability to produce various types of simple souvenirs made from natural stone and coconut shells, including keychains, wall decorations, and table ornaments. From an institutional perspective, Pokdarwis has implemented basic bookkeeping practices, developed SOPs, and established an organizational structure as a foundation for more professional and sustainable group management. In terms of social outcomes, the program promoted active involvement of youth, women’s groups, and local micro, small, and medium enterprises (MSMEs), contributing to strengthened social cohesion and collective awareness in managing village potential. Overall, this PKM program successfully enhanced production capacity, reinforced Pokdarwis institutional management, and supported the development of an inclusive and competitive creative economy ecosystem based on village tourism as part of a sustainable rural development strategy. Keywords: Community empowerment, tourism awareness group, natural stone souvenirs, coconut shell souvenirs, village tourism.   Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Enu, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, dengan tujuan memberdayakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melalui pelatihan pembuatan souvenir berbasis potensi lokal berupa batu alam dan kelapa. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis masyarakat dalam menghasilkan produk bernilai tambah, memperkuat manajemen kelembagaan Pokdarwis, serta mendorong partisipasi sosial masyarakat dalam pengembangan desa wisata. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi program, pelatihan keterampilan produksi souvenir, teknik finishing dan pengemasan, strategi pemasaran sederhana, pembukuan usaha, serta penyusunan standar operasional prosedur (SOP) dan struktur organisasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anggota Pokdarwis dalam memproduksi berbagai jenis souvenir sederhana berbahan batu alam dan kelapa, seperti gantungan kunci, hiasan dinding, dan pajangan meja. Dari aspek kelembagaan, Pokdarwis telah menerapkan pembukuan sederhana, menyusun SOP, serta membentuk struktur organisasi sebagai dasar pengelolaan kelompok yang lebih profesional dan berkelanjutan. Pada aspek sosial, program ini mendorong keterlibatan aktif pemuda, kelompok perempuan, dan pelaku UMKM lokal, yang berkontribusi pada penguatan kohesi sosial dan kesadaran kolektif dalam mengelola potensi desa. Secara keseluruhan, program PKM ini berhasil meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat manajemen kelembagaan Pokdarwis, serta membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis desa wisata yang inklusif dan berdaya saing sebagai bagian dari strategi pembangunan desa yang berkelanjutan. Kata Kunci: Pemberdayaan masyarakat, pokdarwis, souvenir batu alam, souvenir kelapa, desa wisata.
Pemberdayaan Pengrajin Batu Pecah di Kelurahan Buluri untuk Peningkatan Ekonomi Melalui Pelatihan Pembuatan Paving Blok Menggunakan Abu Batu Ratnasari Ramlan; Novita Pradani; Haryono Pasang Kamase
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Panrita Abdi - April 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i2.47074

Abstract

This community service program aimed to empower a group of crushed-stone artisans in Buluri Subdistrict, Palu City, who have long depended on sand and stone quarrying (Category C mining) with low- and unstable-income levels. In this area, stone dust waste is abundantly available but has not been optimally utilized, despite its potential as an additive material in paving block production. The program was designed to enhance the technical and managerial capacities of the partner group through a series of training activities covering material mixing, manual molding, curing techniques, product quality standardization, digital marketing strategies, and basic business simulation. Program evaluation was conducted through observations of participant engagement, assessment of paving block quality, and monitoring of the implementation of simple financial records and digital marketing practices. The results show that the partner group was able to produce stone-dust-based paving blocks with a capacity of approximately 100 units per day, featuring more uniform quality and approaching the minimum quality standard of K-200. From a managerial perspective, the group began to apply simple financial bookkeeping and to formulate a collective business plan. In terms of marketing, the partners utilized social media platforms such as WhatsApp Business and Instagram for product promotion and initiated communication with local building material stores. Overall, this community service activity successfully improved technical skills, strengthened institutional capacity, created opportunities for sustainable community-based enterprises, and generated environmental benefits through the utilization of stone dust waste as a value-added construction material. Keywords: Community empowerment, stone dust, paving blocks, local economy, digital marketing.   Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok pengrajin batu pecah di Kelurahan Buluri, Kota Palu, yang selama ini bergantung pada aktivitas tambang Galian C dengan tingkat pendapatan yang rendah dan tidak stabil. Di wilayah ini, limbah abu batu tersedia dalam jumlah melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi sebagai bahan tambahan dalam pembuatan paving blok. Program pengabdian dirancang untuk meningkatkan kapasitas teknis dan manajerial mitra melalui serangkaian pelatihan yang meliputi pencampuran material, pencetakan manual, teknik curing, standarisasi mutu produk, pemasaran digital, serta simulasi usaha berbasis kelompok. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi partisipasi peserta, penilaian kualitas produk paving blok, serta pemantauan penerapan pencatatan usaha dan strategi pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu memproduksi paving blok berbasis abu batu dengan kapasitas sekitar 100 unit per hari dengan kualitas yang lebih seragam dan mendekati standar mutu minimal K-200. Dari sisi manajerial, kelompok mitra mulai menerapkan pencatatan keuangan sederhana dan menyusun rencana usaha bersama. Pada aspek pemasaran, mitra telah memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp Business dan Instagram untuk promosi produk serta menjalin komunikasi awal dengan toko bangunan setempat. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan keterampilan teknis, memperkuat kapasitas kelembagaan, membuka peluang usaha berkelanjutan, serta memberikan manfaat lingkungan melalui pemanfaatan limbah abu batu sebagai produk konstruksi bernilai ekonomi. Kata Kunci: Pemberdayaan masyarakat, abu batu, paving blok, ekonomi lokal, pemasaran digital